Senin, 30 Maret 2020

MENANGGAPI SIKAP.PASANGAN YANG SUKA NGAMBEK.

Konflik dalam sebuah hubungan adalah hal yang biasa. Sayangnya, nggak semua wanita bisa menyelesaikan konflik dengan kepala dingin, mungkin salah satunya adalah pacar kamu. Hal itu dilihat saat kamu dan si dia punya masalah dan dia lebih memilih untuk ngambek ketimbang menyelesaikannya secara baik-baik. Nggak sedikit karena kesal dengan sikapnya yang suka ngambek, kamu akhirnya jadi terpancing emosi sehingga masalah menjadi bertambah.

Apakah kamu tipe pria yang ngalah saat pacar ngambek atau malah sebaliknya?

Seperti yang kamu tahu jika ngambek adalah bentuk sikap anak kecil. Jika kamu menanggapi sikap ngambeknya, itu hanya akan membuat si dia besar kepala dan akan melakukannya lagi. Kamu ingat sikap adik atau anak kecil di sekitarmu saat minta sebuah mainan dan tak dibelikan sama orang tuanya? Semua anak kecil akan ngambek bahkan nggak jarang mereka akan menangis kejar di tengah jalan agar permintaannya dituruti. Dan kebanyakan orang tua akan membelikan mainan yang sebelumnya mereka larang agar si anak bisa diam dan nggak rewel lagi. Kemudian si anak berpikir cara itulah yang bisa mereka lakukan nantinya jika suatu hari orang tua mereka nggak menuruti apa yang mereka mau.

Nah, kamu tipe si orang tua itu?

Wanita yang suka membesar-besarkan konflik ditambah sikapnya yang seperti anak kecil memang seperti masalah dalam hidup kamu. Sayangnya, masih banyak pria yang belum tersadarkan bahwa seharusnya wanita nggak bisa bersikap seperti itu, apapun alasannya, apapun kesalahan yang sudah kamu buat.

Jika memang kamu ingin bertahan dengan wanita yang seperti itu maka itu adalah hak kamu.

Namun, bertahan dengan wanita yang suka ngambek seperti itu, bukan berarti kamu harus pasrah dan menerima semua kekesalan dia. Menerima si dia seperti itu hanya akan membuat hubungan kalian nggak sehat. Dan ingat bahwa ngambek nggak jelas itu menjadi ciri bahwa dia sudah mendominasi hubungan kalian. Terbukti si dia bisa dengan seenaknya saja ngambek, menjadi rese, dan melakukan apapun yang dia mau, apalagi jika si wanita susah dinasihati sehingga kamu harus mengalah berkali-kali.

Jika Ngambeknya Masuk Akal
Saat pacar kamu ngambek, perhatikan dulu apakah kamu sedang melakukan kesalahan atau si dia memang sedang membesar-besarkan masalah. Jika memang kamu merasa salah sikap paling bijak adalah meminta maaf dan mengajaknya berbicara serius untuk menyelesaikan masalah yang ada. Karena bagaimanapun masalahnya, wanita selalu ingin jika ada masalah dalam hubungannya bisa langsung segera diselesaikan bukan malah menundanya.  Nah, makanya penting untuk menyelesaikan masalahnya jika ngambek dia memang hal yang masuk akal.

Jika Ngambeknya Nggak Masuk Akal
Namun, jika kamu merasa dia mencari-cari alasan untuk ngambek dan terlalu membesar-besarkan masalah maka kamu sebaiknya diamkan dia terlebih dahulu. Karena seperti yang sudah saya katakan jika kamu meladeni saat dia ngambek yang ada dia semakin berulah. Anggap saja kamu lupa jika dia sedang ngambek dan bersikap tetap perhatian sebagaimana hal yang kamu lakukan saat dia sedang tidak ngambek.

Tapi, jika kamu ngerasa ngambeknya nggak kunjung reda, apalagi si dia mulai mengungkit kesalahan kamu yang nggak ada kaitannya maka diamkan si dia terlebih dahulu. Jelas ini lebih baik ketimbang meladeni karena nggak jarang sebagai pria kamu juga akan kebawa emosi atas sikapnya yang seperti anak kecil. Sebelum mendiamkannya katakan bahwa kamu nggak suka dengan sikapnya yang seperti itu.

“Kalau kamu masih mau ngambek nggak jelas hubungi aku pas kamu udah mulai tenangan, sekarang aku nggak mau ganggu kamu dulu.”

Omongan seperti itu terbukti ampuh jika pacar kamu sedang ngambek yang nggak jelas alasannya. Namun, kamu juga harus konsisten dengan apa yang sudah kamu katakan. Jika kamu mengatakan nggak akan menghubungi dia dulu, maka jangan karena kangen kamu malah ngehubungin dia dulu.

Senin, 02 Januari 2017

Berbagi Patah Hati!

Minggu ini gue dapet banyak banget undangan nikahan. Entah dari temen, sahabat, abang-abang siomay depan SD, jandanya Bang waing yang punya kebon banyak. Intinya gue dapet undangan banyak deh. Jangan bilang kapan gue ngundang kalo lo masih mau liat matahari besok pagi! Ngomong-ngomong soal undangan nikahan mendadak gue flashback.

Dulu gue pernah diundang ke Acara resepsi pernihanan mantan calon gebetan gue. karena gue adalah cowok jantan, gue pun memenuhi undangan mantan-calon-gebetan gue ini. Gue dateng ke acara resepsi pernikahan dia, meski hati gue rasanya kayak abis dibantai oleh jurus Rasengan punya Naruto.

Tapi karena gue adalah tipe cowok yang selalu mencoba untuk menjaga keseimbangan ekosistem, gue nggak mau menyimpan dendam di hati. Oleh karena itu gue mencoba merancang balas dendam ke mantan-calon-gebetan gue tadi biar gue nggak nyimpen dendam lagi. Cara balas
dendamnya simpel.. Gue bawa amplop kosong dari rumah, iya.. nggak gue isi duit.. buat syarat aja biar gue bisa masuk ke acara resepsi doi.

Di sana, gue langsung makan dengan brutalnya sampe lupa fungsi gigi itu apa. Gue makan tanpa mau mengingat apa itu tata krama dan siap mencoreng nama baik orang tua. Itu lah wujud balas dendam gue. Sekarang gue udah lega.

Hati gue yang terasa kosong setelah ditinggal nikah si dia, udah terbalas dengan amplop kosong yang gue tuker dengan makanan enak semeja. Muahahaha.. Nggak puas sampe situ, pas gue jabatan tangan sama mempelai pria,
gue jailin dia dengan berbisik:

"Selamat menempuh hidup baru ya mas.. Tolong dijaga si dia.. Dan jangan kaget ntar pas mas tau ternyata dia suka masang busa setebel 20cm di BeHanya. Tenang,
yang tau soal ini cuma saya, sama abang-avang tukang keong aja kok.. Yang tabah ya~".

Denger kalimat gue tadi, si pengantin pria langsung ngelepas baju pengantinnya, lari-larian di aula, sambil teriak-teriak : "MAMA!! AKU KOTOR MAMA!!"
Nggak lah.. Nggak sampe segitunya.. Tapi soal amplop kosong, itu beneran.😄

Nah, hari ini gue mau bahas gimana sih cara mengobati sakit hati karena ditinggal pergi?
Pertanyaan itu sering banget muncul di kontak bbm gue. Temen-temen setia gue pada suka curhat tanpa permisi dengan diakhiri pertanyaan semacam itu, seakan-akan gue ngerti gimana pedihnya ditinggal pergi. Padahal,
gue cuma pernah ngalamin sakitnya ditolak sebelum mendekati, bukan ditinggal pergi setelah sekian lama saling mencintai.

Tapi udahlah, gue bakal nyoba ngasih beberapa wejangan yang lebih dalam berdasarkan apa yang gue dapet dari pengalaman temen-temen gue yang udah pernah mengarungi bahtera asmara bersama orang-orang tercinta. Mungkin cara-cara ini berkesan sadis, tapi gue yakin, asal kita mau nyadar, cara ini efektif juga kok. So, here they are:

1. Your tears couldn't wipe your sadness.

Ditinggal pergi emang sakit sih. Cuma tentunya itu nggak boleh dijadiin alasan untuk selalu nangis setiap hari. Temen gue pernah yah, gara-gara diputusin pacarnya. Doi nangis ampe bantalnya kempes gara-gara basah ama air mata dan ingus. Padahal mereka baru jadian selama 3 jam. Dan doi diputusin pacarnya gara-gara pacarnya ilfeel pas liat tulisan tangannya jelek, kaya hasil tulisan anak TK korban broken-home. Cemen banget kan alesannya, tapi kok ya ditangisin juga~

Coba pikirin deh, buat apa nangis berlebihan? Apalagi nangisin orang yang terang-terang udah jahat ke kita. Simpan air mata kita untuk orang yang menyayangi dan peduli sama kita. Menangislah saat lo bisa memeluk dia dan memasrahkan segala beban batin lo di pundaknya.
Insyaallah cara itu bisa bikin kalian lebih lega. Karena sebenernya yang pengen dikeluarin oleh orang yang sedang putus cinta itu bukan air mata, tapi isi hatinya.
So...

Yang di butuhin orang patah hati itu cuma telinga. Bukan bantal yang cuma bisa menyerap air mata.

2. Realistis dan Optimis.

Sebagian orang menempuh cara extreme buat mengatasi sakit hati mereka. Yang paling sering terjadi adalah dengan cara menyakiti diri demi mengurangi rasa sakit
di hati. Padahal, banyak juga yang ngelakuin proses "penyiksaan diri" itu dengan cara terbuka dengan tujuan agar dilihat oleh mantannya. Biar apa? Biar mantannya ngerasa terenyuh dan gak tega. Bro.. cara itu udah BASI pake BANGET!

Nggak usah berharap dia kembali dengan cara menyakiti diri, Lebih baik ditinggalkan daripada balikan cuma karena kasian.

Orang-orang yang nggak bakal bisa membaik kehidupannya adalah mereka yang terlalu suka menjebak diri sendiri dalam indahnya nostalgia.

Iya sih, kadang kita ngerasa masa lalu yang indah itu nggak terlupakan karena kita tau itu nggak bakal bisa terulang lagi di masa depan. Tapi kenapa kita nggak mengusahakan masa depan yang lebih indah lagi dari apa yang udah pernah kita dapatkan?

3. Ikhlas

Sesakit-sakitnya ditinggalkan, lebih sakit lagi ditinggal pergi tanpa alasan dan kata perpisahan. Iya sih.. Karena dengan cara itu, kita jadi terjebak oleh rasa penasaran.

"Kenapa gue ditinggalin?"
"Kenapa dia bisa gitu aja pergi?"
"Kenapa utang pulsanya nggak dilunasi?"
"Mungkinkah dia kembali?"

Endingnya kita jadi berharap deh.. Harapan adalah pemicu sakit hati yang lebih besar lagi kelak saat lo tau harapan itu nggak mungkin bisa jadi kenyataan. Hidup terlalu singkat untuk menangisi masa lalu yang indah dan nggak bisa terulang. Lebih baik kita bangkit dan menciptakan "masa lalu yang indah" lagi untuk dikenang di masa depan. Daripada cuma terdiam sampe lo nyadar lo nggak ngelakuin apa-apa dan nggak punya apa-apa kelak.
Berhenti berharap kepada orang yang nggak bisa diharapkan. Jangan pula berharap dia akan balas budi atas segala yang udah kita lakukan. Kalo kita ngerasa udah banyak ngasih kebaikan, nggak usah berharap segera dapet balasan. Percayain aja sama Tuhan. Selama kita masih percaya semua ada yang ngatur, kita nggak bakal ngambil keputusan hidup dengan cara yang ngawur.
Just remember.. You've got nothing to lose, kalo apa yang kamu lakuin itu emang tulus.

4. Ambil Hikmahnya

Sedalam apapun perasaan kalian dulu
dalam berhubungan asmara, kalo akhirnya berakhir juga, bukan jodoh namanya. Yang sempurna di mata lo, belum tentu yang terbaik di mata Tuhan kan? Kalo udah gitu, yang bisa kita lakuin cuma belajar aja.

Ambil apa yang bisa jadi bekal kita buat hubungan kita kelak. Kalo kita mau lebih peka, sebenernya sejahat apapun mantan, pastinya dia meninggalkan pelajaran. Bisa disimpulkan, "Mantan-mantan itu adalah anak tangga menuju puncak jodoh paling sempurna". Jadi, injeklah mantan-mantan  lo itu sampe kamu dapet jodoh terbaik buat lo. :')
Kayaknya cuma itu aja yang bisa gue
sampein sekarang. Sorry gue nggak bisa bahas lebih dalam lagi, karena gue belom pernah sakit ati yang bisa bikin gue pengen motong urat nadi. Bhayyyyy...............😎

Rabu, 28 September 2016

DREAM, PRAY and ACTION

Lo pernah bermimpi? bermimpi dalam artian lo bisa wujudin mimpi-mimpi/keinginan lo?
Bermimpi ya, bukan berkhayal. Mimpi dan berkhayal itu beda ya. "bedanya dimana cus?" Perbedaannya itu soal rasa, pikiran dan tindakan.

Nah khusus soal rasa dan pikiran itu hampir gak bisa di bedain sama mimpi dan khayalan, tapi ketika udah menjelma menjadi tindakan, keliatan banget bedanya sama berkhayal. Berhayal itu tanpa tindakan, kalo nggak ada tindakan itu disebutnya menghayal.

Nah belum lama gue pengen punya mimpi, gue pengen berbagi rezeky yang gue punya buat orang-orang di pinggir jalan. Tapi itu cuma sebatas impian dan khayalan gue aja, soalnya waktu itu gue belum gajian.
disitu gue berfikir di dompet gue cuma ada duit 50.000, masa iya gue mau beramal nunggu gajian dulu.

Gue muter otak gue gimana caranya gue bisa beramal lebih dari uang yang gue punya tersebut. mulai deh tuh gue nyari ide buat bisa beramal lebih. dan otak gue mulai berfikir. kenapa gak gue ajak aja temen gue buat beramal aja.

Akhirnya gue ceritain rencana gue ini sama sahabat gue Ayu, alhamdulillah dia setuju sama ajakan gue beramal. Gue mutusin buat beramal berdua sama dia. Dan dia ngasih saran ke gue, gimana kalo gak cuma kita berdua aja yang beramal, ajak yang lain juga. Temen-temen lo sama temen-temen gue, anggeplah kita nyari donatur buat project beramal kecil-kecilan ini. entah mau bantu tenaga ataupun materi semua bebas, yang penting niatnya baik.

Mulai deh tuh kita nyari temen yang mau di mintain tolong buat bikin acara kita (gue sama ayu) supaya berjalan lancar kaya cewek yang PMS dihari pertama.
setelah seminggu berjalan kita ngontekin semua temen-temen kita buat bantuin ini acara. Alhamdulillah mereka ngeresponnya  dengan positif, ya meskipun ada salah satu temen gue yang gak percaya sama gue buat nitip bantuan materinya ke gue gara-gara muka gue kaya preman Kp Melayu.

Singkat cerita dana bantuan buat acara kita udah terkumpul semua, bahkan dananya itu lebih dari yang kita targetin. Kita mulai buat prepare rencana beramal itu. Dan alhamdulillah gue dibantuin temen-temen gue yang lain yang mau bantu turun ke jalan. Sekali lagi alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar tanpa satu kendala.

Sebenernya kalian sadar nggak sih, saat kita punya mimpi, kita itu butuh orang-orang disekitar kita buat ngewujudinnya. Entah ngebantuin dalam hal semangat, doa, tenaga bahkan materi.

Contoh simplenya tuh gini. Saat lo gak punya duit terus lo kepengen banget makan nasi padang. Lo tinggal ajak temen lo buat makan nasi padang bareng lo, terus ketika udah selesai makan, nah lo tinggal bilang deh "Bro, pake duit lo dulu ya, dompet gue ketinggalan". So, keinginan lo buat makan nasi padang itu udah tercapaikan? Dengan bantuan temen disekitar lo.
Ya meskipun abis selesai makan nasi padang pertemanan kalian berakhir. :p

Intinya sih kalo kita punya mimpi, jangan pernah ragu buat melibatkan orang-orang disekeliling kita.

"Karna yang namanya manusia nggak mungkin berdiri sendiri tanpa bantuan manusia lainnya."

Minggu, 05 Juni 2016

JATUH CINTA SENDIRI ITU PEDIH KAPTEN!!!

Assalamualaikum pak ustad,
saya mau tanya, lamaan mana nunggu adzan magrib apa nunggu gebeten tau perasaan kita?
dari Ncuss di cipinang.

"ini teh apa sih cus maksudnya?"
Auu apaan gue juga bingung apaan.

Akhir-akhir ini gue jarang banget nggak nongkrong di blog, udah lama juga nggak bikin coret-coretan, udah lama juga gak cerita. bukan karna gue kehabisan ide buat cerita, bukan itu.

Gue cuma gak lagi ngalamin keresahan aja. padahal kreatifitas yang indah/bagus itu berawal dari yang namanya keresahan. gak percaya? coba dengerin lagu-lagu yang melow, puisi yang mendayu-dayu. nah semua itu berasal dari keresahan.

Nah sekarang gue bakal ngebahas tentang yang namanya keresahan, bukan keresahan gue, kan udah gue bilang kalo gue lagi gak ada keresahan. nah ini cerita tentang keresahan sahabat gue yang inisialnya Septiani, sorry gue kasih tau inisial aja, biar orang-orang gak ada yang tau kalo ini tulisan tentang curhatan dia.

Jadi gini kemarin belum lama kita ketemu di salah satu tempat makan siap saji. doi curhat, katanya dia lagi suka sama seseorang tapi gak berani buat PDKT, katanya sih alesannya takut, udah gitu banyak faktor-faktor yang bikin dia nggak berani buat yang namanya PDKT. padahal kan yang namanya jatuh cinta ya harus berani juga menanggung resiko nya.

Apa resiko doi takut buat PDKT?
1.Doi takut perteman sama dia rusak gara-gara dia ngedeketin orang yang di taksirnya itu.
2. Dia udah terlalu nyaman sama status pertemanannya itu.
3. Dia takut perasaannya malah ngebuat orang yang di taksirnya ngejauh saat tau dia memendam rasa.
4. Karna besok udah puasa, jadinya dia takut kalo PDKT bisa mengurangi pahala puasa.
oke yang ke 4 kita skip aja.

Jadi gini doi cerita, kalo dia naksir itu orang udah lama banget, jauh sebelum zaman jahiliah. yup thats right dia naksir temen nya sendiri.. muehehehe..
kok bisa ya dia naksir sama temennya sendiri. hmm cinta kadang emang gak bisa ditebak datengnya. kadang bisa hadir sama seseorang yang belum kita bayangkan sebelum nya.

oke balik lagi ke doi. sebagai mantan secret admirer gue mau kasih doi cerita. cerita yang mungkin bisa jadi pelajaran biat dia. bukan cerita sesat ala duta jomblo, tapi cerita yang bikin dia itu sadar kalo mencintai sendiri itu pedih!

Beberapa tahun lalu gue pernah ngalamin kisah kaya yang dia alamin sekarang. Yupp.. Jatuh cinta sendiri. cinta pernah membuat gue rela jadi seorang secret admirer alias pemuja rahasia. pemuja rahasia yang hebat. yang membuat gue mampu menahan rasa yang besar sendirian, juga menikmatinya.

Cuma bisa ngeliat punggungnya dari kejauhan dengan mata berbinar yang menyembunyikan harapan. yang membuat senyum mengembang tiap kali dia tersenyum meskipun buat orang lain. yang membuat kaki ini gak pernah bosen menapaki jalan yang dilewatinya setiap hari, karena gue takut sekaligus pengen merasakan darah di seluruh nadi berdesir saat gak sengaja berpapasan. yang membuat gue rajin berdoa, berharap ia tau betapa wajah merah semu dan debar jantung ini miliknya.

Gue cuma melakukan apa yang menurut gue pantes buat dilakuin seorang pemuja rahasia, dengan mengabu-abukan harapan ia menyadari perasaan itu dan membalasnya.

Gue cuma berani memendam rasa yang seharusnya ia tau secara bijaksana. cuma karena takut, malu, atau gengsi. hanya karena itu gue menahan langkah kaki yang udah geram ingin segera menghampirinya. menahan kalimat sarat kejujuran yang tercabik di kerongkongan. menjadi rasa yang gak dapet dipertanggung jawabkan.

Menjadi benih cinta yang gak pernah selesai, karena pada selembar kertas cerita yang tertulis nama gue, seharusnya ada nama seseorang. tapi belum sempet tertulis, cinta yang rapuh ini berakhir mati dilindas detik yang berjalan

Jatuh Cinta itu indah, jatuh cinta itu bisa bikin seseorang ngerasa bahagia, jatuh cinta juga bisa ngebuat orang ngerasain perasaan yang berbunga-bunga. karna jatuh cinta itu hakekatnya bahagia. tapi kalo jatuh cinta sendiri?

Kita cuma bisa ngerasain sendiri tanpa pernah orang yang kita cintai tau tentang perasaan kita, kita cuma bisa liat dia tertawa tapi gak bisa tertawa bersama, kita cuma melihat tanpa bisa memeluk erat. ya.. jatuh cinta sendiri itu pedih.

Coba bayangin betapa bahagia orang yang kita cintai tau bahwa kita mencintainya setelah sekian lama cuma bisa memendam. udahlah, berhenti mencintai sendiri, ajak dia jatuh cinta juga. kalaupun dia gak mau, senggak nya lo dapet jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang slama ini bikin lo penasaran sendiri

Apa yang didapatkan ketika udah ngungkapin kalimat jujur? Kelegaan. kelegaan kalo lo nggak akan lagi ngebohongin diri sendiri dan menahan perasaan sendiri. senggaknya, jika cinta lo gak terbalas. lo udah berjuang dan perasaan lo nggak berakhir mengenaskan.

Berhenti jadi seorang secret admirer karena lo berhasil membuat dia tau bahwa lo mencintainya, bukan karena ada orang lain yang duluan melakukannya, atau karena dia telah mencintai orang lain.

lo mungkin menunggu waktu yang tepat buat memberitahunya, tapi mungkin nanti dia juga udah menemukan orang yang tepat saat lo memberitahunya.

Masih mau jatuh cinta sendiri? nih ya gue kasih tau buat sahabat gue septiani ataupun seseorang di luar sana yang lagi cuma bisa memendam perasaan. berhentilah jadi secret admirer, karna
kisah cinta secret admirer itu simple, lo suka dia tapi gak berani bilang.
ternyata dia juga suka, gak berani bilang.
endingnya sama-sama nikah sama orang lain.
pedih coy PEDIH!

Sesakit-sakitnya rasa perih karna ditinggalkan, jauh lebih sakit sama yang cuma bisa mendam perasaan tanpa berani mengungkapkan.

When you love someone just be brave to say to make your dreams come true, and don’t let them go.
#Np: Endah and Rhesa - When You Love Someone.

Rabu, 18 Mei 2016

CARA NGADEPIN GEBETAN YANG ENGGAK/LAMA REPLY CHAT.

Gue kaya nya dah lama bgt ya gak bahas topik PDKT.. yuk merapat yuk, gue mau share cara ngadepin gebetan yg enggak/lama reply chat.

Pernah gak sih lo PDKT gitu sama orang terus ketika lo chat doi, doi itu balesnya lama banget.
yup, gue pernah di gituin sama salah satu mantan calon gebetan gue.
gue chat doi jumadil awal eh dibalesnya jumadil akhir. kesel gak lo di gitu kesel banget kan?
lama kan? mungkin keselnya ngelebihin kaya lo chat temen "udah dimana?" dibalesnya "Lagi dijalan sebentar lagi sampe" tau-taunya masih dirumah, kan bangke!

Oke kembali ke topik,
jadi ketika si gebetan lo itu balesnya lama pasti lo bakalan mikir, "Dia ngapain sih?" "Dia dimana sih?" "mungkin dia gak suka sama gue" dan pertanyaan pertanyaan lainnya yang kalo dijawab malah bikin lo ikut remedial. loh.. oke gue ngelantur.

Sebelumnya, gue mesti kasih tau: kalo dia lama reply chat, bisa ada belasan sampe puluhan alasan kenapa.. ga mungkin gue jelasin semua. :D
mending gak usah pikirin serius alasan dibalik alasan kenapa dia lama ngebales chat lo. itu bikin cape sendiri, plus blum tentu bener.
kenapa belom tentu bener?
karna kalopun lo DAPET alasan sebenarnya kenapa dia lama reply chat, so what? emangnya itu info emas yg bisa bikin lo dapetin dia? ;p
kenapa dia lama bales chat lo itu biasanya GAK ADA dalam chat itu, jadi gak usah sibuk nge-scroll bolak-balik history obrolan kalian.. :D

Seberapa responsif doi nanggepin chat tergantung dari dua hal ini: PRIMARY dan PLEASURE.. chat yg penuhi keduanya, cenderung cepet dibales.

"PRIMARY itu apaan cus? sejenis penyakit ya?"
Palalokebelah! -___-"

Yang dimaksud PRIMARY itu chatting tersebut SAAT ITU bernilai penting atau berguna BAGINYA dibandingkan hal-hal lain yang sedang terjadi.
Contoh nya gini: Ketika ada 2 orang yang kirim pesan ke lo, Misalnya pesan yang pertama dari Bos lo yang isi nya;

"Gajian kamu dimajuin tolong cek ATM ya"

Dan pesan yang kedua dari nyokap lo.

"Tong, ntar kalo mau pulang, kewarung dulu beliin emak kecap! "

Lo pilih bales yang mana? otomatis lo bakal pilih chat yang pertama kan? meskipun abis lo bales chat pertama terus chat yang kedua lo abaikan nama lo bakal di coret dari daftar KK.
Nah itu yang dimaksud PRIMARY.

"Terus cus, kalo PLEASURE itu apa?"

Nah PLEASURE  itu maksudnya chatting tersebut berisi sensasi-sensasi yang ASYIK, SERU, atau MENARIK BAGINYA.. alias isi chat yang gak basi.(Obrolan Seru)

Misalnya waktu doi lagi senggang atau hpnya dia lagi sepi gak ada yang chat terus lo chat doi, chat lo biasanya otomatis jadi PRIMARY.. dia akan cepet bales, apalagi kalo lo ngobrolnya seru (PLEASURE).

Nah saat reply'annya mulai jarang/melambat, udah bisa dipastiin nilai PRIMARY & PLEASURE chattingan tersebut udah menurun..
kaya yang udah gue bahas di awal, gak usah ribet pusingin KENAPA nilainya menurun.. tugas lo cuma damage control supaya poinnya gak makin koleps.

Hal-hal bego apa yang bisa bikin poin PRIMARY&PLEASURE tersebut makin meluncur turun? salah satunya adalah nge-PING PING PING.. :|
Ketika lo udah keabisan akal atau pun sesuatu yang harus di bahas. lo pasti bakalan nge"PING" coy.
kadang gak cuma ngeping ada juga yang kirim kata 'test', 'halo', '?', 'kok diem?', PRIMARY & PLEASURE chattingan tersebut udah menurun.

Dan hal yang lebih parah dongonya adalah kirim teks minta maaf, "Aku salah ngomong kah?", "Maaf ya!","Ya udah deh.. sorry banget!" endingnya lo bakal ganti profil galau atau quotes-quotes kehilangan, kangen, kamu kemana, dan sejenisnya. fungsinya buat ngasih kode ke dia kalo seolah-olah lo galau tanpa/karna dia.
jangan ya.. jangan, geli banget. :D
terus kalo udah ngelakuin itu tetep bikin lo galau, lo update status galau dan quotes nyindir kalo doi PHP di socmed? jangan juga ya, jangan.. asli itu norak childish banget. :D

Kalo lo lakukan hal-hal itu terus doi ngeliat, chattingan lo justru MAKIN ngedrop koleps nilai PRIMARY&PLEASURE nya buat dia..

"Terus cus, gimana cara damagecontrol saat chat udah mulai LDR alias LamaDiReply?"
ya buat sementara waktu, stop dulu lah mikirin dan deketin si dia..
stop cari tau tentang dia, stop nungguin jawaban dia, stop analisa dia lagi ngapain..
dan lanjut deketin chatting'an gebetan-gebetan yg lain! :D

Nih ya yang nama nya PDKT  itu lo HARUS PUNYA banyak gebetan? inilah gunanya.. spy lo gak stuck abisin energi di satu orang.
kalo lo terus ngejar ngedeketin chat nanya-nanyain satu gebetan itu, dia merasa dicariin/dibutuhin, sehingga dia jd makin santai nunda bales..
kalo lo minta maaf atau sejenisnya, dia merasa lo malah aneh dan bego..
emang lo tertarik ngobrol sama orang yang aneh dan bego? engga kan?

Saat PRIMARY & PLEASURE chattingan lo sama  doi udah  menurun, jangan terlalu sering deketin doi.
semakin lo deketin dia justru langkah nyata buat bikin dia makin ilang/males.. karna chat sama lo NGGAK berasa penting dan menyenangkan.
jadi berhentilah chattingan sama dia.. nanti aja lanjutin kapan-kapan, tunggu sampe DIA bales atau lanjutin obrolan duluan.

Intinya jangan terlalu sering chat dlu. emng sih biasanya awalnya lo bakal nge-drop sama kesel.. nah makanya PAKE gebetan lain atau friendzonan buat ningkatin mood lo.
yep, PAKE! :D
Sembari PAKE gebetan-lain/friendzonan, upgrade diri lo dengan belajar ningkatin poin Primary dan Pleasure di kualitas chat lo.

"gimana caranya supaya poin primary meningkat cus?"

Lo buka sosmed entah itu facebook, twitter, ataupun Path lo liat positngan foto orang yang gak lo kenal. lo komen nyeleneh tentang foto orang itu.. karna foto adalah ego: klo lo senggol, lo jd penting. :D
cara ningkatin poin primary: bantah/pertentangkan opini dia dengan cantik.. itu akan bikin dia jd panas pengen bela/buktiin diri.
simpelnya gini deh contoh nya. kalo lo liat foto dia cantik, lo komen aja "kamu jelek banget, ambil wudhu gih!" otomatis dia pasti bakalan bales komenan lo. nah disitu lo tingkatin poin pleasure lo.

Contoh ningkatin poin pleasure? banyakin becandain dan ledekin dia lah.. chat serius harusnya 20-30% aja, sisanya wajib ketawa-ketawa!
kenapa begitu? karena cerita kebegoan yg lo lakuin sama orang yang gak lo kenal/kenal di dunia maya. ketika nanti lo pacaran sama dia atau pun lo berjodoh sama dia.. itu bakal jadi sumber komedi abadi. :D

Nah terusin deh chatting'an model begitu sama gebetan-gebetan lain.. SAMPE EH TAU-TAU si gebetan yg ilang lama-reply tadi itu muncul/nongol lagi di hidup lo.
kalo udah kaya gitu, lo tentuin deh masih mau lanjut deketin dia atau udah cuekin aja krn lo udah ilang selera.. totally up to you. :)
biasanya sih lo jadi ilang selera, krn udah tau ada gebetan-gebetan lain kok yg lebih bisa ngerepon/menghargai chat PDKT lo. gapapa, cuekin aja dianya. :)
seandainya lo masih selera, dan dianya jg emg JAGO bikin chat yg tinggi poin primary+pleasure nya, silakan ladenin deketan lagi.. :)
tapi tetep, kendali tetap ada di tangan lo.. bisa balik lagi sama dia, bisa juga sama yg lebih baik. :)
nah kalo seandainya lo udah ngalamin kejadian itu lo jd enggak galau dan buang-buang waktu nungguin si doi yang lama reply.. karna reply'an dia bisa berasa jauh lebih cepet drpd sebelumnya.

Makanya jangan ditungguin, cari gebetan lain.
lo pernah ngeliatin countdown detik lampu merah, nungguin berubah jadi ijo? nah, nunggu itu serupa sama nungguin (balesan) gebetan.. lama, penuh emosi :D

Sibukin diri dengan chattingan (ke gebetan) lain adalah damagecontrol yang penting.. krn saat dia akhirnya reply, mood lo udah SANTAI SERU ASYIK. gak pake marah-marah ataupun BT nungguin balesan dia.
endingnya lo jadi bisa lebih bawel lepas chatting'nya dengan dia lagi, bahkan bikin dia kecanduan.. karena lonya gak galau, despret, ribet!
mood itu menular.. so kalo lo chat-nya dlm kondisi feel good, pasti si dia bakalan ikut tertular perasaan positif (yg mencandu) itu.

"Oke, tapi ada ga sih cara bikin dia jadi lebih cepet reply cus?"

gak ada.. kontrol diri lo sendiri, jangan berusaha kontrol orang lain.
lagipula kalo lo nyantai gak pusing, gak ngejar, gak mancing saat dia lama reply, dia cepat atau lambat. dia tahu kalo lo punya opsi-opsi lain..

"kalo dia tau gimana cus?"

bagus banget kalo dia merasa lo punya opsi lain.. artinya lo laku banyak yang mau'in, bukan stok lama dan barang reject'an! :D
nah sekarang lo udah punya 'penawar racun' seandainya lo Lama Di Reply gebetan..

logis, realistis, dan gampang dilakuinnya 'kan? hehehhe

gue recap ya:
(1) ga usah cari tau kenapa.
(2) chat deketin yg lain
(3) kalo dia balik, lanjutin chat pake mood positif kaya gak ada apa-apa..

sekian sharing gue kali ini, thank you yang udah udah baca corat-coret gak jelas gue ini hihihi.
spread the love, grow the love! :)

terimakasih udah membacaaa... babaaaaaay...

Selasa, 19 April 2016

HOLLA *fiksi*

“Maaf aja, aku mah lebih baik pahit di depan, manisnya belakangan. Dari pada sebaliknya.”

“Iya. Aku juga gitu, kok. Enggak butuh yang terlalu manis di depan. Giung, kalau kata orang Sunda mah.”

“Emang kamu mau, susah dan pahit kaya begini?”

“Mau. Kamu mau, ditemenin susah dan pahitnya bareng aku?”

“Mau.”

Saya jadi terbayang akan rasa kopi yang kamu senangi–yang sampai saat ini, belum bisa saya racik secara pas, secara tepat. Dua sendok kopi. Satu sendok gula. Airnya, sedikit saja. Panas semua. Diracik dalam sebuah cangkir kecil. Mungil. Katamu, biar kentalnya, rasa kopinya, rasa pahitnya, lebih terasa lekat di lidah.

Ya, mungkin itulah nikmatnya menyesap secangkir kopi. Dan mungkin, bagimu, ditambah lagi dengan kenangan. Pahit di awal, namun terasa nagih setelah menjelajahi titik-titik lidah perasamu.

Pun, hal itu lah yang membuat saya membuka kembali buku memori, mengingat bahwa kamu pernah berkata sama seperti rasa pahitnya kopi: pahit di awal, lalu berbuah manis. Berbuah euforia.

Memang, kita–saya dan kamu–sama seperti rasa kopi favoritmu: memulai semuanya dengan perasaan yang pahit. Kamu, yang merasa pahit akan keadaan saat itu; dan saya, yang merasa pahit dengan kemungkinan A, kemungkinan B, kemungkinan C, yang akan datang di kemudian harinya. Kamu, yang ditinggalkan; dan saya, yang takut ditinggalkan. Dan, akhirnya, kamu, yang mengikhlaskan; dan saya, yang belajar merelakan.

Tak jarang, saat itu, kamu berkali-kali ingin pergi; dan saya, berulang kali ingin menyerah. Kamu, yang pernah menyuarakan sentak; dan saya yang terdiam, dan membuat kawanan saya–gerombolan air mata–keluar serentak. Tapi, selalu, semua itu berakhir dengan satu kata:maaf.

Mendadak, saya teringat akan pernyataan dari salah seorang teman: Mungkin, kita itu sudah dikasih banyak jodoh sama Tuhan. Cuma, manakah yang benar-benar “the one”-nya kita, adalah yang sama-sama mau berusaha. Sama-sama mau menerima. 

Ya. Dari semua pahit itu, kamu yang selalu tak mau beranjak. Kamu yang enggan menyerah. Kamu yang selalu mau menerima. Pun, kamu yang membuat saya percaya, bahwa kamu, bahwa saya, bisa melewati setiap jengkal rasa pahit itu, bersama.

Dan, karena itu pula, saya masih ingin memelukmu seperti ini sampai 50 tahun lagi. Dan 50 tahun setelahnya lagi. 

Kamu mau, kan?

***

“Udah, kamu mah di Bekasi aja, enggak usah ikut susah sama aku. Aku di sini aja dulu sampai bisa ngebahagiain kamu.”

“Enggak mau.”

“Kenapa? Kan kalau di sini kamu jadi ikut susah?”

“Kan, seperti kata kamu, pahit di awal, jadi nanti, manisnya lebih terasa. Dan aku enggak mau ninggalin kamu karena rasa pahit itu. Karena nanti, aku enggak mau melewatkan rasa manis yang mungkin enggak akan dirasain sama orang lain,”

“Sungguh?”

“Sungguh!”

“…”

“…”

Kamis, 28 Januari 2016

Tips PDKT Dengan Cewek Hijabers.

2016 tahun dimana para wanita - wanita pada berhijab, entah lah ini wanita yang berhijab ikut-ikutan atau emang tulus dari hatinya mau berhijab. wanita pada berlomba-lomba memakai hijab, mulai dari hijab ala-ala pasmina sampe hijab ala - ala yang dipake kalo lagi kondangan doang, entah apalah jenis hijab lainnya gue gak begitu paham, karna gue emang gak berhijab. eh belom berhijab maksudnya. doain aja mudah-mudahan dalam waktu dekat bakalan berhijab. 
Oke kali ini gue gak ngebahas harga kerudung buat hijab itu berapa. kali ini gue mau ngebahas cara PDKT ke Cewek Hijabers. 😎 
Yuk langsung aja..

1. Kalo lo suka sama cewek berhijab, usahain berprilaku sopan, mau ketemu langsung ataupun via chat. kalo emang serius buat PDKT, kasih kesan yang emang bener-bener dia berasa dihargai.
contoh :
"Assalamualaikum Ukhty? abi sehat ukhty? oiya nama ukhty slalu akhy sebut dlm doa loh ukhty." 
Dijamin dia bakal ngerasa kalo lo imam yg tepat buat dia. 
tapi jangan pernah lo ngechat atau ngobrol sama dia begini. 
"Assalamualaikum ukhty, btw, wajah uhkty kaya surat al baqarah" jangan, saran gue jangan, karna surat al baqarah itu artinya sapi betina! dan secara gak langsung lo sama aja ngatain doi gendut, tau sendirikan gimana marahnya cewek, ngambek nya cewek kalo dikatain gendut! KELAR PDKT LO! 

2. Ajak dia ngedate, kesuatu tempat yang berbau islami. misal nya lo ajak dia ke tanah abang tempat orang jualan souvenir haji. disana lo juga bisa gombalin dia "Ukhty, km manis banget, kaya korma pulang haji." dijamin dia bakal kelepek-kelepek sama lo. eeeittsss.. tapi inget kalo ngedate sama cewek berhijab jalannya jangan jauh-jauh dari masjid, jadi ketika waktu Adzan tiba, lo bisa buru-buru ke masjid. Misal nya pas adzan magrib lo langsung otw masjid, terus pas gebetan lo nanya "Akhy udah solat magrib?" lo dengan bangga bisa bilang 
"Sudah ukhty, 3 rakaat, plus 2 rakaat sunah ukhty." Subhanallah, gue yakin doi kelepek-kelepek. abis lo bilang gitu, doi langsung bilang ke Abi nya buat minta di Ta'arufin sama lo. 

3. Usahain kalo misalnya lo lagi berduaan sama dia, jangan pernah lo pegang tangan, karna cewek berhijab itu paling gak suka sama yang namanya di sentuh karna apa? ya karna bukan Mahrom nya, tapi cewek berhijab juga gak bakal mau jalan berdua doang, pasti dia bakal ajak teman nya. atau lebih mainstream lagi dia bakal ngajak guru ngaji nya. jadi ketika lo coba pegang tangannya, abis lo diceramahin 2 jam. hahahha. intinya jangan coba menyentuh cewek berhijab. PDKT dengan sewajarnya aja tanpa perlu bersentuhan fisik atau mencoba buat menggandeng tangannya. kalo lo masih ngotot juga buat ngegandeng tangan nya. lo tuntun aja nenek-nenek nyebrang!

4. Ajak dia ngobrol seputar obrolan islami, karna cewek berhijab itu begitu kental sama sesuatu yang berbau-bau agama. dan cewek berhijab itu suka sama cowok yang paham sama agama. misalnya lo ajak doi ngobrol kisah 25 Rasul. atau nggak lo ajak ngobrol doi tentang sejarah kebudayaan Khalifah Harun Ar Rasyid. kalo pun ilmu agama lo belom begitu dalem. lo ajak doi dzikir karna sesungguh nya Dzikir itu mampu menenangkan hati. 😎 

5. Jangan pernah ngajak ketemuan cewek berhijab dijalan ataupun disuatu tempat, karna doi gak akan pernah mau. cewek hijabers itu paling suka sama cowok yang gentle, samperin kerumah nya, minta izin sama orang tua nya buat bisa ngobrol bareng doi, ngobrol depan rumah, jangan lupa bawa martabak buat abi nya. tapi inget.. ngobrol nya jangan lebih dari jam 9 malem, soalnya lampu nya suka mati sendiri. 

Mungkin cuma itu tips yang bisa gue kasih, ya semoga bermanfaat lah ya buat jomblo - jomblo yang pengen banget punya pasangan hijabers tapi bingung harus PDKT kaya apa. 
Pokoknya mah PDKT santai aja, kalo pun jodoh pasti ada jalan kok buat dimudahin PDKT nya. :D



Sabtu, 19 Desember 2015

Gadis Tanpa Nama

Cinta itu gak tau kapan ia dateng, cinta itu juga gak bisa ditebak kapan dan dimana ia akan menghampiri kita. Cinta itu juga bisa dateng sama orang yang belum pernah kita kenal namanya. Seperti hal nya yang gue alamin beberapa bulan lalu.. Iya, beberapa bulan lalu gue jatuh cinta sama seorang cewek yang gak pernah gue bayangin sebelumnya, seorang cewek yang gak gue tau siapa namanya, Seorang cewek yang mampu ngebuat gue ngerasain sebuah rasa seperti di 4 tahun lalu. Rasa deg deg kan kalo ketemu, rasa diam seribu bahasa saat didekatnya, rasa malu menatap matanya, rasa grogi saat dia berbicara. Bukan, bukan gue pengen membandingkan dia dengan sosok wanita di 4 tahun lalu, tapi ini rasa seperti di 4 tahun lalu, dimana saat gue bener-bener suka, ataupun jatuh cinta, slalu ada rasa yg berbeda. Berbeda dengan cinta-cinta yang lain. Kalo gue suka ya gue berani buat berkenalan, nggak seperti sekarang ini. Gue juga nggak ngerti apa yg bikin perasaan gue kaya gini. yang kenyataannya gue malah takut buat kenalan.

"Selamat datang mau pesan apa?"ucap dia.
"Ngg...nganu mbak, ngaanuuu, chees burger, sama mocca float aja'"
"Ada yang bisa dipesan lagi"
"ada mbak, bisa tolong ulurin tangan mbak terus kita berkenalan' ‪#‎dalamhati‬ 'Gak mbak udah itu aja"
"mau coba promo yang lain?"
''Saya cuma mau coba menjaga hati mbak aja. #‎dlm‬ hati lagi. nggak mbak itu aja cukup"

Iya gue jatuh cinta sama seorang kasir disebuah tempat makan siap saji. Gue gak tau apa yang bikin gue bisa naksir dia. Gue juga nggak ngerti kenapa gue suka sama dia. Yang jelas... I'm falling in love with you.
Gue pikir orang yang gantengnya mungkin udah dibilang basi kaya gue gak bakal pernah lagi ngeradain getaran-getaran cinta? Entah lah ini cinta atau hanya sekedar rasa penasaran yang menggebu-gebu aja.
Yang jelas setiap kali liat dia gue ngerasain rasa yang aneh. Gue emang gitu orang nya yang belum tau namanya aja bisa langsung sayang banget, kebayang kan gimana kalo udah tau namanya terus berakhir memadu kasih kaya lagunya om Chirsye. Dan gue sempet mikir, kapan gue berani bilang kalo gue pengen kenal dia.

Dan seketika khayalan gue bubar saat ada seorang bapak-bapak nyamperin gue. 
''permisi mas, ini bangku nya kosong ya? Boleh pinjem bangku nya?"
"Iya pak kosong, ambil aja"
DANG! Jangan kan pacar, bangku yang nemenin gue aja bisa diambil orang. dan fikiran gue lagi-lagi melambung jauh. Yang udah tau namanya aja bisa tiba-tiba diambil orang, apalagi yang belum tau namanya.

Oke fix gue galau tingkat mocca float. Disini gue berfikir apakah gue bakal kembali jadi secret admirer? Apa gue bakal ngelewatin lagi moment dimana gue jatuh cinta tapi gak berani menyapanya? Apa selamanya gue cuma bisa memandangnya tanpa pernah berani berkenalan dengannya? Entah lah.. yang jelas dia itu alasan gue buat slalu ketempat itu. Memesan sesuatu dengan menu yang setiap minggu nya slalu sama. Dan gue cuma bisa berharap. Kelak saat gue ketempat itu lagi. Gue gak lagi sendiri tapi bakal ada dia yang nemenin gue, bukan nemenin dari kejauhan, tapi nemenin gue dan duduk bersama. Entahlah kapan.

Sampai saat ini gue masih sering merhatiin dia memandang dia dari balik tembok transparan, Sampai menunggu chees burger yg gue pesan dingin, dan selama itu pula gue gak pernah berani menyapanya. Dan gue pun galau.

Setiap manusia pasti ingin berbagi perasaan galau yg sedang dialaminya entah itu dengan teman, sahabat, ataupun mantan pacar, fungsi nya agar beban galau yang dirasain itu sedikit berkurang. sama seperti yang gue alamin. rasa galau mengajak gue buat berbagi unek-unek yang gue alamin ke sahabat gue, dan gue memilih berbagi perasaan galau gue ke  sahabat gue yang namanya adjie. karna menurut gue dia orang yang pas buat dengerin semua isi galau gue yang suka sama cewek tapi malu berkenalan.
Singkat cerita, gue curhat sama dia, secara doi paling ngerti kalo udah urusan yang menyangkut tentang hati.
gue curhat tentang perasaan yang gue alamin, perasaan jatuh cinta sama orang yg gak pernah gue tau namanya siapa. gak tau kenapa, kenapa gue bisa milih adjie buat jadi temen curhat gue, padahal jelas-jelas doi sama kaya gue, sama-sama jones(jomblo ngenes). Tapi senggak nya jam terbang doi sebagai seorang jomblo lebih lama ketimbang gue.
Ngomongin soal adji, dia itu temen sekolah gue, kita cuma beda jurusan aja, gue yang jurusan bukit duri dan dia yang jurusan pasar senen. Gue kenal dia udah lama makanya gue berani curhat ke dia. dan yang gue tau tentang adjie, doi itu tipe orang yang kalo udah sayang sama seseorang dia bakalan sayang gak peduli orang yang disayang sudah punya pasangan. Makanya dia slalu ditinggal pergi pas lagi sayang sayangnya.

Mulai lah kita ngebuat rencana, rencana supaya gue bisa kenalan sama orang yang gue taksir itu kalo pun nggak bisa kenalan, minimal sekedar tau namanya.
Singkat cerita gue janjian sama adjie di tempat makan siap saji itu. Gue janjian sama adjie berdua doang. Gue berharap dengan gue ketemu adjie berdua doang ini gak jadi fitnah.

"djie, lo dimana? Gue udah sampe."
"Sabar men, gue bentar lagi sampe"
Sambil nunggu adjie dateng gue beraniin diri mesen makanan. dalem hati berharap semoga orng yg gue taksir yang ngelayanin gue, dan ternyata bukan. Dengan bekal spik-spik yg gue punya, gue mulai basa-basi nanya ke kasir yang ngelayanin gue.
"loh kok, mbak nya ganti hehe"
"nggak mas, cuma lagi rooling aja"
Ngedenger kata rolling, gue sok... Berarti cewek yang gue suka itu lagi libur dong... Ngedenger dia rolling, hati gue Hampa... HAMPA COY HAMPA. Selang 15 menit gue di tempat makan siap saji itu. Gue ngeliat ke arah parkiran. USER-USER KUNYUK! Gue pikir adjie sendiri, dan ternyata dia bawa sosok wanita, dan gue gak tau itu wanita siapa. Pikiran gue pun melambung jauh. sejauh jarak gue yang gak berani kenalan sama mbak-mbak di tempat makan siap saji itu.

Apa nanti rencana perkenalan gue sama gadis tanpa nama yang berakhir gagal ini bakal berujung adjie yang minta penilaian gue tentang cewek yang dibawanya? Apa mungkin adjie sama cewek yang dibawanya bakal nikah sirih, terus gue bakal dijadiin penghulunya? Apa mungkin gue cuma dijadiin saksi, soalnya sebentar lagi penghulunya dateng? Terus gue teriak "SAH SAH SAH!" . oke pemikiran gue jauh banget.

'Her, sorry lama. kenalin ini zia' ujar adji. Dan akhirnya kita pun berkenalan.
dengan semangat yang patah dan hati yang rapuh kaya sinetron di cinta fitri season 2, gue bilang ke mereka
"Ji, zi, orang yang pengen gue ajak kenalan gak dateng."
"Loh kok, bisa?"
"Mana gue tau, kata mbak-mbak nya yg jaga di kasir itu katanya dia lagi rooling"
"Yauda sabar aja ya" ujar zia.
Dan tanpa gue sadari dari kejauhan ternyata cewek itu merhatiin kita yang lagi asik ngobrol.
"Ji..ji..za..za.. itu orang."
"Kata lo gak dateng?"
"Lah mana gue tau, tadi itu kata temennya dia itu lagi rooling."
"Itu mah tadi mbak-mbak yang liatin gue sama adji her, tapi gak jelas gue ngeliatnya" celetuk zia..
Oke fix, gue baru tau ternyata zia matanya min3, minta, minjem, mulangin. -__-". Dan bego nya gue, gue fikir rooling itu dia lagi tukeran jadwal buat libur. Dan ternyata dia lagi tuker posisi.
'Udah tunggu apa lagi, samperin ajak kenalan.' ujar Zia
"Gak segampang itu nyamuk kebon!, buat liat matanya aja gue langsung meleleh, apalagi kenalan. Yang ada bisa strooke mendadak gue."
Gue itu tipe orang yang kalo lagi beneran naksir cewek entah kenapa gue slalu malu buat nyamperin cewek yang gue taksir. Mungkin karna sebab itu gue slalu ngelewatin cinta yang seharuanya bisa gue milikin setiap kali gue jatuh cinta. Dan endingnya rencana gue bener-bener gagal, gara-gara nyali gue yang gak berani buat menghampirinya. biarpun ada orang yang gue taksir disana, gue masih tetep gak berani berkata "Hallo, gue ncuss. Boleh kenal?"

mungkin gue nunggu waktu yang tepat buat memberitahunya, tapi mungkin nanti dia juga udah menemukan orang yang tepat saat gue udah punya nyali buat memberitahunya kalau sebenernya "Aku Naksir Kamu"

Dan pada akhirnya gue tau, kalo jatuh cinta sendiri itu kayak miara ikan mas koki, cuma bisa dilihat aja tanpa bisa menyentuh nya.

Kamis, 03 Desember 2015

Cinta Pertama

Setiap manusia pasti pernah merasakan galau saat seseorang yang kita cinta pergi dari hidup kita, gak bedanya sama kisah cinta gue, kisah yang bikin gue galau selama 2 tahun, dan kisah yang bikin gue nangis untuk pertama kali nya karna cinta. dan kali ini gue mau bercerita tentang patah hati terhebat gue. patah hati yang bikin gue lebih dewasa untuk menatap ke depan soal cinta.

Sekolah itu rumah kedua buat gue, kenapa.. Karna disitu gue nemuin banyak hal, mulai dari teman sebangku, guru, sahabat, bahkan Cinta. Iya cinta. Ngomong-ngomong soal cinta, gue pernah punya cinta dimasa Putih Abu-abu, Cinta yang mungkin bikin gue tersenyum dimasa depan gue kelak saat gue mengingat itu semua. 
Dan di sekolah gue nemuin yang namanya cinta pertama. 
Menurut gue Cinta pertama itu beda sama cinta-cinta selanjutnya. Cinta pertama itu adalah cinta yang nggak bakal kita lupain, dan kelak kita bakal mengenangnya kembali dimasa depan sebagai bekal untuk tertawa kecil disaat kita sudah menemukan cinta sejati. 

Vivie, iya itu nama cinta pertama gue dibangku sekolah.. Cinta yg bikin gue selalu tersenyum kalo mengingatnya, Cinta yg bikin gue semangat buat berangkat sekolah, dan Cinta yg bikin gue lupa kalo gue belom bayar SPP 3 bulan.

"Selamat pagi oon cube............" 
"Pagi jugaa mpie.."
"Kamu udah bangun ?? Apa masih tidur??" 
"Aku masih tidur sayang" jawab gue yang lagi tiduran meluk guling tersayang. 
"lah terus ini yg bales sms aku siapa dong ??"
"Admin 2!! Aku udah bangunlah bebey.."

Bebey itu nama panggilan sayang gue ke dia, gak tau awal mulanya kaya apa, yg jelas gue manggil dia bebey. 

"Cepet mandi kamu, udah jam berapa ini, kamu gak sekolah?" 
"Aku sekolah ko bey, tapi aku gak mandi ya?? Takut dipacarin kalo aku nya mandi", 
"dasar jorok". ucap dia.

Salah satu kebiasan buruk gue dijaman sekolah, kalo tau bakalan telat, pasti gue nggak bakalan mandi, lagian gak ada yg tau kalo waktu sekolah gue jarang banget mandi. buat gue, dulu semakin gue jarang mandi semakin naik kegantengan gue 69% entah itu teori dari mana, padahal mandi atau gak mandi gue gak akan pernah jadi ganteng. Dan yg tau kebiasaan buruk gue itu cuma vivie doang kalo gue itu jarang mandi kalo sekolah.
maklum lah kita kan pacaran, jadi setiap hal baik dan buruknya diri kita, kita harus terbuka. biar apa, biar dia bisa nerima gue apa adanya, bukan ada ada aja.. Contohnya gue slalu pake manset buat gue jadiin kaos kaki, gue juga slalu ngilangin jejak setiap kali gue kentut di depan temen2 gue, gue juga males belajar, dan gue bakalan rajin belajar kalo gue disuruh belajar untuk mencintai mbak-mbak kantin, biar dapet makanan gratis, Ya walaupun sifat buruk gue lebih banyak ketimbang sifat baiknya. Tapi vivie slalu bisa nerima gue tulus dari hatinya. 

Sama dia gue banyak belajar tentang cinta, cinta itu bukan sekedar kata I LOVE YOU, tapi tentang gimana caranya lo ngebuktiin kata "I LOVE YOU" 
Dan gue slalu berusaha buat ngebuktiin kalo gue beneran cinta sama dia. 
Pernah suatu hari gue jemput dia latihan tekwondo disekolah. iya dia ikut ekskul tekwondo.

"bebey nanti sore aku jemput kamu ya?" Ucap gue. 
"Gak usah sayang aku bisa pulang sendiri ko" 
"Udah pokoknya nanti aku jemput" 
"Yauda terserah kamu, makasih ya."

Entah kenapa terkadang semua cewek asal mau dijemput pasangannya suka bilang gitu, mungkin biar kita peka apa maunya dia. Biar kita lebih mengerti dia, cewek itu susah dimengerti ya walaupun kita sebagai kaum cowok yang rata-rata susah untuk mengerti sifat pasangan, senggaknya cukup memahami aja apa maunya pasangan.. 
Balik lagi ke soal gue jemput dia. waktu itu gue cuma punya duit 5000 itu juga duit saku sekolah yg sengaja gak gue jajanin, gue nekat buat jemput dia gak peduli seberapa uang yg gue punya, mungkin karna gue cinta sama dia, mungkin karna gue gak mau dia digodain sama supir angkot yg endingnya setiap malem minggu dia bakal dijadiin kenek, sumpah gue gak rela.. Ngeliat dia teriak teriak di kp.melayu
"ayo lay ayo lay, mbloem mbloem (blok M), bentar lagi jalan" sumpah itu nggak banget. 
Dan gue berfikir gimana caranya uang 5000 itu bisa gue pake buat anter dia pulang naik angkot dan gue juga bisa pulang naik angkot. akhirnya gue mutusin buat nyamperin dia disekolah yg lagi latihan tekwondo dengan berjalan kaki dari rumah sampe sekolah yg jaraknya mungkin 2kilo setengah. Emang bener ya, sejauh apapun jarak buat nemuin orang yg kita suka walaupun dengan berjalan kaki, rasa lelah gak akan pernah ada, yang ada cuma semangat buat ketemu dia. Dan akhirnya setelah perjuangan yang cukup ekstra dengan mendaki gunung melewati lembah, gue sampe disekolah.
Di sana gue nunggu dia yang lagi latihan tekwondo, latihannnya dia fokus banget, kaya relawan yang mau dikirim ke jalur gaza buat ikut perang.
Dan saat dia latihan batle sama temennya, gue cuma bisa liatin dia aja dari pinggir lapangan sambil semangatin dia, "ayo sayang kamu pasti menang, injek palanya sayang injek".
Menunggu orang yg kita sayangin saat lagi melakukan aktifitasnya nggak akan terasa bosen ataupun jenuh kalo kita nunggunya dengan ikhlas. 
ya walaupun abis nganterin dia pulang gue terpaksa jalan kaki gara-gara ke abisan ongkos.

Karna dia, gue nemuin semangat buat sekolah, walaupun gue belom bayar SPP gue tetep semangat. 
Jadi inget awal pertama kali gue kenal dia. gue kenak dia waktu jaman kelas 1, waktu gue ikut ekskul futsal disekolah, nah dia ikut ekskul basket.. Gue ngeliat dia itu unik dan gue cuma bisa ngeliat dia dari kejauhan tanpa berani menyapa, gue cuma berdoa kelak gue bakal pacaran sama dia. Gue cuma bisa mengagumi dia dari kejauhan. 
Setiap pulang sekolah gue slalu mampir ke warnet, buat ngeliat aktifitasnya dia di facebook, sambil berhayal kapan ya gue bisa deket sama dia, mungkin gue orang paling cupu yang naksir orang tapi gak pernah berani ngajak kenalan. Pedih. :(

Pernah suatu hari waktu pulang sekolah entah kenapa gue pengen banget naik metro, dan mulailah gue naik metro padahal gue naik mobil apa aja bisa, disitu gue liat vivie dan dengan rasa kesatria gue, bukan satria baja hitam ya, gue senyumin dia, dan saat dia senyum balik ke arah gue, gue langsung buang muka dan menahan malu. saat itu gue emang cowok yg pemalu.. 

Ada satu momen dimana ketika gue pulang sekolah. Gue telat pulang soalnya gue harus nyelesain urusan administrasi sekolah, kalo udah urusan administrasi gue paling males, ending nya gue bakalan di intrograsi. Kenapa belom bayaran? Kenapa belom bayar buku? Kenapa naksir cewek gak berani PDKT?
Saat itu gue sama sandy temen gue, nah sandy itu temen kelas nya dia. Orang yang ngeledekin gue sama vivie, Gue duduk di halte nunggu angkot sama sandy.. Tiba2 dari kejauhan gue ngeliat dia, berharap dia nyamperin gue sama sandy, dan tiba2 doa gue di denger Tuhan, dia nyamperin kita. Mampus gue, gue deg-degkan, gue parno. gue bingung gue harus apa! apa gue harus khyang di halte tempat kita duduk biar dia nyangka gue gila terus gak jadi nyamperin..oke ini random.
Tiba-tiba rasa panik gue pecah saat gue sadar dia udah di deket kita. Usut punya usut gue fikir dia mau ngobrol sama gue, gak taunya dia ngobrol sama sandi, padahal diem-diem gue udah berentiin angkot sengaja buat ngaca di angkot itu biar keliatan ganteng, eh dia malah ngobrol sama sandi. dasar cewek gak peka!
waktu kelas 1 gak ada yang tau kalo gue udah suka sama dia, yah waktu itu gue cuma sekedar suka aja. Kalo kata anak-anak jaman sekarang namanya secreet admirer. Hanya bisa mengagumi dari kejauhan, melihat dia dari sudut lapangan, ngintipin dia dari jendela yang akhirnya kependok jendela.. 

Awal gue bisa deket terus berani menyapa dia itu waktu jaman gue kelas 2, sekitar pukul 00:00 gue online di jejaring sosial bernama facebook.. awalnya iseng-iseng gue intip timeline dia.. Gue like semua tulisan dia mulai dari status, catatan, foto, bahkan mas-mas nasi goreng yang ngirim wall ke dia gue like juga. Tengtong.. Hp gue bunyi, pas gue cek ada satu inbox mampir ke gue, gue pikir itu Facebook kepala sekolah yang inboxin gue buat ngingetin jangan lupa besok bawa duit bayaran sekolah.. Dan ternyata bukan,, ternyata itu vivie.. Iya dia inbox gue, DIA NGINBOX GUE COY NGINBOX........ Sengaja gue ulang biar lebih dramatisir.
Mulai deh tuh kita inbox-inboxan, dari jam 00:30 malem sampe jam 05:30 pagi. kita ngebahas tentang apa aja, tentang gue yang malu buat menyapanya, tentang hobby kita yg sama-sama suka nulis, tentang kita yg sok-sokan jadi penulis, pokonya tentang apa aja.
Dan gak berasa kita ngobrol via inbox sampe Asolatuhoiruminanaum. Yaudah akhirnya gue mutusin buat udahin obrolannya.. Dan gue beraniin diri buat minta nomer hpnya, padahal pas gue ngetik buat minta nomer hpnya itu, gue ngetik dalam keadaan keringet dingin, gue gugup, gue malu, gue takut, Kaya Audisi Indonesia Idol mau tereliminasi gara-gara polling SMS nya rendah. gue deg-degkan tapi gue pengen tau nomer hpnya dia. Dan endingnya gue beraniin diri buat minta nomernya, ternyata Tuhan ngedenger doa gue, dia ngasih nomernya ke gue, kalo saat itu acara yang joget-joget di tv udah ada, mungkin gue udah langsung joget oplosan yg endingnya langsung diruqyah sama nyokap gue, Orang tua mana yang nggak shock ngeliat anak nya subuh-subuh goyang oplosan. -__-"
Terkadang suatu mimpi itu bakal terwujud kalo kita bener bener yakin akan mimpi itu, dan berusaha buat mengejarnya sesulit apapun itu.
Seperti halnya gue yang awalnya malu, gugup, takut, tapi gue yakin dia bakal ngasih nomer Hpnya. alhasil keyakinan gue berbuah manis. :)
Mulai deh tuh gue intens pdkt sama dia, gue sms dia lagi apa, sama siapa, udah makan belum, jangan lupa minum biar gak seret.. Dan semenjak itu kita jadi sering smsan, setiap bangun tidur hal pertama yg gue lakuin itu smsin dia. Berharap gue jadi orang pertama yg nyapa dia dipagi hari ya walaupun cuma lewat sms. Tapi disitu gue paham, mencintai seseorang itu bukan tentang lo bisa menggandeng tangannya setiap saat, tapi saat lo bisa jadi orang pertama yg menyapanya dipagi hari. Simple sih tapi yakin deh, kelak suatu saat. Lo bakal tersenyum sendiri saat mengingat hal itu. Moment dimana lo maksain bangun pagi cuma buat ngucapin "Selamat Pagi".

Singkat cerita setelah 3 bulan gue berani PDKT sama dia (via SMS)*Nggak berani langsung, mental Cupu* kita jadian.
Selama kita jadian, banyak hal yang gak bisa gue lupain. Ada satu momen yang mungkin gue bakal selalu tersenyum saat mengingatnya, yaitu momen dimana gue berdua sama dia makan bareng disatu kotak makan yang gue bawa. Kalo kata Bang Hj. Rhoma Irama, Sepiring berdua.

"Hey aku laper, rapat osisnya masih belum selesai" ucap dia.
"Loh kamu belom pulang? aku kira udah pulang"
"Belum... Aku pengen makan mie aja nanti" 
"Aku ke sekolah ya," 
"Mau ngapain hey??" 
"Mau bawain kamu mie." 
"Beneran? Emang bisa masak? Kalo emang bisa yauda silakan"
"Bisa lah, biarpun jarang mandi gini aku paling jago yang namanya masak mie" *apanya yang spesialnya bisa masak mie? dasar cowok aneh*

Waktu itu dia kepengen makan mie, dan dengan semangat Ultramilk, ups...maksud gue Ultraman yg lagi nguber kejahatan dibumi, gue masakin dia mie instant, gue taro dikotak makan, terus gue samperin dia, waktu itu dia lagi sibuk ngurusin adek kelas yg lagi mos, gue samperin dia, gue ajak dia ke kelas kosong, terus gue cipok dia... nggak-nggak gitu kejadiannya. -__-"
Dengan rasa malu-malu siswa yang belum bayar SPP, Gue suapin dia makan mie, dan saat gue nyuapin dia, tiba2 dia ngambil sendok yang gue pegang, terus dia suapin makanan yg gue bawa buat dia ke gue, sumpah itu momen yg bikin gue terharu plus malu malu gimana gitu, sedikit lebay ya hahaha. tapi aseli itu momen dimana seorang wanita bakal keliatan cantik 69% saat dia menyuapi makan orang yg disayanginya. Mungkin itu hal yang sederhana, tapi buat gue dari hal yang sesederhana itu, gue jadi tau tentang ketulusan hati seorang wanita untuk mencintai pasangannya. 

Gaya pacaran kita dulu mungkin terdengar aneh, karna kita nggak cukup pintar buat ngabisin waktu bersama-sama seperti orang pacaran lainnya. mungkin karna rasa malu kita lebih besar dari pada rasa yang ingin slalu bersama-sama.
Pernah suatu hari gue gebuat rencana gimana caranya gue bisa lama-lama sama dia, melihat matanya dia, duduk bareng dia *nggak dipelaminan ya*. pokok nya yang intinya gue pengen ngabisin waktu sama dia tanpa perlu harus ada kata malu lagi diantara kita.
alhasil mulai deh tuh gue menyusun rencana. terfikirlah gue buat "Belajar Bersama" bukan "Belajar Bersama-sama" soalnya kita udah nggak sama-sama. iya gue minta ajarin dia pelajaran matematika. secara dia itu paling pinter kalo udah urusan matematika. beda sama gue yang pinternya ngeles mulu kalo ditanya "Kapan bayaran sekolah?" sama wali kelas. balik lagi ke rencana gue minta ajarin dia pelajaran matematika.

"Sayang nanti pulang sekolah ajarin aku pelajaran Matematika ya, soalnya aku rada kurang paham gitu soal pelajaran Matematika. aku paham nya soal Matemacinta, yang rumus nya mencintai kamu tanpa ada kata mengurangi ataupun membagi." ucap gue lewat SMS.

Mendadak denger kata-kata gue dia langsung mimisan 2 gelas, terus dibawa ke UKS.
Ngomong-ngomong soal belajar bersama, ini tuh salah satu jurus modusin pacar atau gebetan agar slalu sama-sama ngabisin waktu bersama orang yang disayang dizaman gue. kalo sekarang gak tau deh gimana modusnya.
tapi nggak semua alesan "BELAJAR BARENG" itu dibilang modus, kadang emang ada kok yang bener-bener tulus, pengen belajar bareng. tapi kenyatannya trik ini emang dipake buat modus. hahaha..
dan balik soal gue yang minta ajarin pelajaran Matematika sama dia. aseli itu modus gue biar bisa deket sama dia tanpa ada kata malu.hihihii
tapi saat itu bukan sekedar modus aja yang gue selipin tapi gue tulus minta ajarin pelajaran yang gak gue suka disekolah. yakali gue bener-bener paham sama itu pelajaran saat yang ngajarin orang yang gue sayangin. dan endingnya gue bener-bener paham sama pelajaran matematika yang dia ajarin ke gue dulu.
mulai dari soal rumus Phitagoras, soal Geometri, X+Y(2):0,5= Disitu aku merasa sedih, dan rumus-rumus lainnya gue bener-bener paham. tapi ada satu soal yang gue nggak ngerti, Gimana cara nya lagi duit 5000 bisa anterin dia pulang naik angkot, terus gue pulang tetep naik angkot juga. dgn catatan gue yang bayarin dia pulang. ongkos angkot satu orang 2000. X gue sama dia.
mungkin kalo itu soal bener-bener ada di lembar LKS bakal jadi bengini.

"Ncuss dan pacar nya pulang sekolah naik angkot. sebagai lelaki sejati ncuss membayari pasangannya juga ongkos naik angkot. di saku ncuss ada uang sebesar Rp5000,-. Ongkos perorang untuk naik angkot RP2000,-,. hitunglah berapa KM jarak ncuss pulang jalan kaki dari rumah pacar ke rumahnya?"

Tentang soal itu, gue gak pernah bilang ke dia. cukup gue aja yang pusing nyari jawaban itu soal. Bukan cuma pelajaran Matematika aja yang dia ajarin ke gue. tapi dia juga ngajarin gue pelajaran Matimatian. iya.. matimatian galauin dia, terus gak bisa bisa Moveon 2 tahun. 😩.

Yupp.. Cerita kita singkat, mungkin teramat singkat. cerita kita berakhir diangka 2. Bukan 2 tahun, Tapi 2 bulan. Kalo kata sebagian orang mungkin ini kisah cinta yang paling ngenes. nunggu 2 Tahun dan berakhir di 2 bulan.
Tapi gue sadar, terkadang sesuatu yang indah itu gak mesti harus dimiliki. Seperti sosok vivie yang pergi dan ninggalin sedikit kenangan sederhananya di hidup gue. 
Saat dia pergi dari hidup gue, gue sadar kenapa dia pergi, kenapa dia menghilang dari hidup gue, itu karna kesalahan gue sama dia. gue nggak bener-bener bisa ngejaga dia, ngelindungin dia, menghibur dia.
Gue emang bloon, ngelepas sesuatu yang seharusnya bisa gue genggam erat di tangan gue.
Disitu gue jadi tau, jika kita mencintai seseorang kita harus bisa menjaganya, bukan memberinya kalimat-kalimat yang indah. karna kalimat yang indah suatu saat akan terlupakan. tapi saat kita mampu menjaganya, dia bakal slalu ingat siapa yang menjaganya saat dunia menjauhinya. 
Buat gue dia itu salah satu cewek yang ngajarin gue tentang yang namanya cinta. Dia nggak cuma ninggalin Patah Hati terhebat ataupun galau terhebat yang pernah gue alamin, tapi tanpa gue sadar dia ngajarin gue banyak hal, salah satunya dia ngajarin gue arti sebuah keikhlasan. kalo kita gak bisa meminta seseorang buat kembali ke dunia kita lagi, maka lepaskan dan ikhlaskan dia buat mencari kebahagiaannya.
Saat dia pergi, gue mencoba ikhlas. Walaupun perih, galau, sedih, nangis dibawah jemuran. gue mencoba ngerelain semuanya, dan gue anggap semua kisah gue sama dia yang bikin gue galau jadi pelajaran berarti buat masa depan gue kelak.
Karna segalau-galaunya manusia, dia pasti ingin maju kedepan bukan cuma stuck ditempat. dan kunci menghilangkan galau yang paling sukses adalah percaya kalo #GalauPastiBerlalu.

Cinta pertama itu seperti sekolah, ada fase perkenalan, akrab, kemudian pergi dan meninggalkan kenangan.

Minggu, 05 April 2015

CINTA DAN IKHLAS

Gue : Hai boleh kenal gak?
Dia : Boleh..
Gue : aku ncuss, sendiri nya?
Dia : Aku gak sendiri, aku udah ada pacar nya.. bye..
Gue : *Pura-pura mati*

Gue gak tau kenapa gue nulis percakapan dia atas mungkin itu bentuk frustasi gue yang tiap kali slalu gagal ngejalin PDKT sama seorang cewek. Oke masalah dialog di atas kita skip dlu.
Oke sekarang gue mau ngebahas apa sih yang dimaksud 'Ikhlas' dalam cinta?
Mungkin yang dimaksud ikhlas itu bisa digambarin kaya cerita gue yang mau gue tulis ini. Oke langsung aja..

Ipul adalah seorang cowok cupu, mungkin bisa dibilang lebih cupu dari tukang batagor yang jualan didepan SD. Singkat cerita dia jatuh cinta sama seorang cewek yang bernama mawar. Dimata ipul, mawar itu tipe cewek yang sempurna. Mawar kakinya dua, tangannya dua, kalo makan pake tangan kanan, kalo cebok pake tangan kiri. Itu lah alasan ipul mengagumi mawar. Mungkin dia sangat menyanyanginya sampai dia rela menghabiskan waktu nya hanya untuk mawar. Misalnya dia rela antar jemput mawar saat pulang bimbel dari Indonesia ke jalur Gaza. Dia tidak peduli seberapa besar resiko yang akan dia alami. Bisa saja dia terkena rudal kaki dan kepalanya misah. Tapi dia tidak peduli itu semua. Yang dia tau bagaimana caranya agar orang yang dia sayanginya tidak kenapa-kenapa.
Selang beberapa bulan berlalu mawar tau kalo ipul menyukainya. Dan saat itu pula mawar mulai menjaga jarak dengan ipul. Dia tak ingin rasa sayang ipul semakin besar, sebab dia tak menyukai ipul. Walaupun faktanya perasaan sayang ipul ke mawar sudah teramat besar.

Setiap kali ipul mengirim pesan pada mawar, dia tidak langsung membalasnya.
Ipul tidak ingin berharap banyak jika cintanya bakal diterima, setidaknya pesannya dibales.
Dia hanya ingin tau bagaimana kabar mawar.
Dan akhirnya ipul pun sadar. Mungkin sudah saatnya dia pergi dari kehidupan mawar, dan mungkin sudah saatnya juga dia menjauhi mawar. Bukan karna rasa suka ipul, rasa sayang ipul, rasa cinta ipul ke mawar luntur akan sifatnya. Tapi, lebih kepada menghargai keputusan mawar yang mungkin hidup nya tak ingin diganggu ipul lagi.
Ipul tak ingin memaksakan agar slalu bersama mawar. Walaupun niatnya baik.

Terkadang hal baik yang kita lakukan, tidak slalu mendapatkan balasan yang menyenangkan.

Mawar pun mulai menjalani hidupnya tanpa seorang ipul yang slalu ada saat dibutuhkan. Begitupun ipul dia kembali menjalani hidupnya sendiri. Tak ada kata menyesal dihati ipul saat dia tau pengorbanannya untuk mawar sia-sia.
Yang dia tau hanyalah memanjatkan doa disetiap sujudnya agar mawar slalu dilindungi Tuhan kemanapun dan dimanapun mawar berada saat dia tak mampu lagi menjaganya #IniSerius!

Ya seperti itulah yang dimaksud Ikhlas untuk menyayangi seseorang. Seperti ipul yang tidak memaksakan mawar agar bisa menyukainya, walaupun pengorbanannya tidak pernah dilihat oleh mawar. yg dia tau hanyalah slalu menjaganya saat bersamanya dan khawatir saat tak bersamanya.

Yang intinya adalah jika yang kita lakuin tulus. Misal kita rela ngejemput dia pulang pergi berangkat kepasar, nyamperin dia ke wc cuma buat anterin gayung yg ketinggalan, beliin dia softex. Bantuin dia ngejemurin baju. Nah kalo yang dilakukan itu tulus tanpa ada niat biar dia suka sama kita, tapi cuma pengen bikin dia sadar kalo kita takut orang yang kita sayangin kenapa-kenapa, Saat kita udah ngelakuin itu semua, tapi endingnya dia gak ada rasa sama kita terus perlahan dia malah jauh sama kita, kita gak akan pernah kecewa. Karna kita sadar hati itu gak bisa dipaksa.
Tapi saat kita berbuat baik sama orang yang kita sayang dengan harapan biar dia suka sama kita dan ketika semua nya gak sesuai sama realita. Kita pasti bakal mikir

"Dasar kerupuk kondangan, sia-sia gue berbuat baik sama lo, nyesel gue ngelakuin itu cuma buat orang yang gak pernah mau suka sama gue."

Yang sejati nya adalah saat kita rela melakukan sesuatu untuk orang yang kita sayangi walaupun orang yang kita sayangi gak merespon apapun tindakan kita. Kalo dilakuinnya dengan ikhlas kita gak akan pernah kecewa. Kenapa? Karna kita hanya ingin menjaga dan melindunginya tanpa embel-embel agar dia suka sama kita.

Terkadang hidup itu gak melulu tentang apa yamg kita inginin dapat tercapai. Begitupun cinta.
Saat pengorbanan yang kita lakukan tidak pernah dilihatnya ataupun orang yg kita sayangin gak pernah suka sama kita, bukan marah-marah jawabannya. Tapi, Ikhlas kuncinya.

Mungkin diluar sana Tuhan sudah mempersiapkan sesuatu yang indah, yang akan menemani kita kelak. Karna Tuhan gak akan pernah salah menaruh Hati.
Intinya, apapun pahitnya cinta, mau gimanapun prosesnya, mulai dari ketika lagi sayang-sayangnya ditinggalin, saat sudah terlanjur sayang tapi gagal macarin, ataupun saat sudah ngungkapin tetep dicuekin. Yauda Ikhlasin aja.
Karna Tuhan nggak pernah memberi Kisah yang Sia-sia.

Senin, 16 Maret 2015

Aku Anak Singkong

Selamat malam, selamat menikmati detik-detik pergantian hari semoga kita menjadi lebih baik lagi.
Malam-malam gini itu paling enak minum teh hangat sama makan singkong rebus. Kenapa, karna malam ini begitu dingin untuk dinikmati sendiri, apalagi tanpa pasangan.

Oke ngomongin soal singkong, gue jadi inget masa-masa gue kecil dulu. Ada sedikit kenangan antara gue sama singkong.
Kali ini gue mau berbagi kisah tentang masa-masa kecil gue dulu.
Dan sebelum membaca jangan lupa bikin teh manisnya buat nemenin dinginnya udara malam.
Dan bagi yang muak sama manisnya di awal pahitnya belakangan. Gue saranin gak usah di aduk. Hihihi.

Gue terlahir dari keluarga yang bisa dibilang hidupnya itu pas-pasan. Gue lahir dari sepasang anak manusia yang gak punya apa-apa, hanya punya sebuah tekad untuk terus maju.
Masa kecil gue dilaluin dengan berpindah-pindah tempat tinggal. Bukan karna kerjaan bokap gue pegawai negri yang slalu berpindah rumah setiap kali di mutasi oleh atasannya. Bukan itu.
Gue slalu pindah rumah itu karna rumah yang kita sekeluarga tempati terlalu mahal biaya sewanya.
Sebab itu kita slalu berpindah-pindah tempat tinggal.
Bokap gue bekerja sebagai kuli bangunan. Dan nyokap gue hanya penjual singkong dipinggir pasar.

Masa kecil yang gue lalui itu gak seperti anak-anak lainya. Saat mereka sibuk bermain dengan teman sebayanya dan bisa membeli apa yang mereka mau dengan cara meminta sama orang tuanya, itu gak gue lalui. Masa kecil yg gue lalui gue habiskan dengan cara bantuin nyokap berjualan songkong.

Setiap selesai pulang sekolah gue bergegas mengganti baju seragam gue dengan kaos oblong yg sudah kusam. Entah kenapa gue slalu bangga pakai kaos itu, biarpun sudah kusam, dan penuh dengan noda luntur, tapi gue tetep PeDe memakainya.
Ternyata emang benar. Pemikiran anak kecil itu jauh lebih simple ketimbang pemikiran orang dewasa. Pemikiran yang gak peduli apa kata orang. Beda dengan pemikiran orang dewasa, yang slalu mengkritik tanpa pernah mau bercermin pada dirinya sendiri.

Saat gue sedang bantuin nyokap memasukan singkong dagangannya ke dalam plastik, dengan tatapan iba nyokap bilang ke gue.
"Nak, kelak jika sudah dewasa nanti, kamu harus jadi orang yang hidupnya lebih baik ketimbang Ibu sama Bapak. Jangan seperti bapak dan ibu mu, buat biaya sekolah kamu saja ibu harus berjualan singkong. Karna hasil penghasilan yang bapakmu dapat hanya cukup memenuhi kebutuhan makan kita dan bayar sewa rumah saja"
Waktu itu gue belum mengerti yang nyokap katakan. Gue cuma bisa menganggukan kepala saja.

Jujur, waktu jaman gue SD, hidup keluarga kita bisa dibilang memperihatinkan. Setiap hari nyokap gak pernah masak. Soalnya beliau sibuk dengan singkong dagangannya. Dan setiap hari pula kita hanya makan nasi warteg. Yang mungkin bisa dibilang rasanya itu tidak terlalu enak. Soalnya itu hasil masakan kemarin yang tidak habis dijual kemudian dihangatkan kembali.
Ya itulah mayoritas masyarakat Indonesia yang hanya memikirkan untung saja tanpa memikirkan kesehatan konsumennya.
Masak banyak jika tidak habis bisa dihangatkan kembali terus dijual dengan harga yang sama.

Setiap habis bantuin nyokap berjualan singkong, gue slalu disuruh belajar, agar malam nya gak perlu belajar lagi. Kenapa? Karena gue harus bantuin bokap yang abis belanja singkong dipasar induk. Gue nungguin bokap bawa singkong di daerah kebon nanas. Berbekal sepeda kecil yang gue punya waktu itu gue gowes dari rumah sampe kebon nanas.
Gue bawa sepeda soalnya nanti singkong yang dibeli bokap satu karung gede bisa di naikin di sepeda. Dan gue sama bokap tinggal dorong itu sepeda. Mungkin bisa dibilang pengganti gerobak.

Kadang gue suka kasian sama beliau. Sudah kerja keras dari pagi sampai sore, tapi masih harus belanja singkong untuk dijual ke esokan harinya.
Mungkin itulah salah satu pengorbanan beliau buat gue supaya tetep bisa sekolah seperti anak-anak yang lainnya.

Ada satu monent dimana gue ngambek minta uang saku sekolah. Waktu itu uang saku gue cuma 500 rupiah. Dan entah kenapa gue ngambek guling-gulingan minta uang jajan gue naik jadi seribu. Tapi saat itu nyokap gue lagi gak punya uang sama sekali soalnya beliau belum berjualan.
Mungkin kalo saat itu gue tau artinya demo apa mungkin gue udah berorasi minta kenaikan jatah uang saku dengan ancaman jika gak dikabulin gue bakal mogok makan.dan mungkin saat itu juga nyokap bakal berujar "Alhamdulillah jatah pengeluaran berkurang". Oke fix pendemo kecewa! -_-

Gue gak tau entah tuyul mana yang masuk ke badan gue. Yang tadinya gue dikasih uang saku berapapun gue terima, entah kenapa gue malah gak terima. Seandainya waktu gue ngambek ada Pak Ustad lewat, mungkin hari itu juga gue udah di ruqiyah.

Walau hidup kita pas-pasan, tapi Ibu sama Bapak slalu beryukur dengan apa yang di dapat hari ini. Besar atau kecilnya pendapatan, beliau slalu bersyukur.
Dan beliau slalu ngajarin anak-anak nya untuk gak lupa sama yang namanya bersyukur.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim [14]: 7)

Biarpun hidup kita kekurangan tapi Ibu sama Bapak gak mau lihat anak-anak nya hidup seperti mereka.
Meskipun terkadang seorang anak ingin jika sudah besar nanti seperti orang tuanya, tapi gak ada orang tua yang ingin anaknya seperti mereka.

Sekarang sudah hampir 11 Tahun lamanya  Alhamdulillah hidup keluarga gue udah gak seperti dulu lagi. Ibu juga udah gak berjualan singkong lagi dipinggir pasar, Tapi bapak masih tetep. Beliau masih belum mau pensiun katanya.
Beliau bilang kenapa belum mau pensiun. Soalnya kelak anak-anaknya nanti bakal punya kehidupannya sendiri, beliau gak mau jadi beban anak-anaknya kelak. Maka dari itu beliau masih terus bekerja ngumpulin uang buat dana pensiunnya sendiri.
Padahal gue sebagai anak gak akan pernah merasa terbebani. Biarpun gue membalasnya, itu gak akan pernah terbalaskan sama pengorbanan beliau ke anak-anaknya yang rela jadi kuli bangunan dan Ibu jadi penjual singkong agar kelak anak-anaknya hidup lebih baik, gak merasakan apa yang beliau alami.
Dan sekarang jika ada anak yang malu mengakui pekerjaan orang tuanya, gue dengan bangga bilang.

'Gue Anak Singkong'

Kamis, 18 Desember 2014

Cinta yang sebenarnya adalah Rasa 'Nyaman'

Kenapa gue ditinggalin? Padahal gue sayang banget sama dia.
Kenapa gue ninggalin? Padahal dia sayang banget sama gue.
Kenapa gue disakitin? Padahal gue cinta banget sama dia.
Kenapa gue nyakitin? Padahal dia cinta banget sama gue.
Yuupp... Gue pernah berfikir seperti itu.
Pertanyaan-pertanyaan yang gue sendiri masih belum tau sama jawaban dari pertanyaan itu apa..
Gue rasa semua orang pernah ngalamin hal itu sama kaya gue.

Gue pernah disakitin, gue juga pernah nyakitin, gue pernah diputusin, gue juga pernah mutusin. Tapi itu  saat dimana gue masih belum mengerti apa itu Cinta..
Saat gue masih cepet suka sama seseorang, sebelum gue mengenal orang itu lebih jauh, yang endingnya gue pacarin terus bubar dipinggir jalan #gak mau ketengah takut keserempet mobil
"Terkadang sesuatu yang kita suka, belum tentu membuat kita nyaman, tapi sesuatu yang membuat kita nyaman sudah pasti membuat kita suka"

Gue berfikir, kenapa gue slalu mengalami siklus putus-diputusin-nyakitin-disakitin. Ternyata itu tentang sebuah rasa yang disebut ke'nyaman'an. Sekarang gue mulai sadar, dari setiap kegagalan yg gue dapet saat membangun suatu hubungan itu bukan tentang rasa suka, tapi tentang sebuah rasa yang namanya nyaman.
Rasa nyaman yang gak mereka dapetin saat bersama gue yg akhirnya mereka ninggalin gue, ataupun rasa gak nyaman yang bikin gue ninggalin mereka.

Gue jadi mengerti, rasa sayang itu tumbuh bukan karna pertama kali ngeliat kecantikan/ketampanan seseorang, tapi saat kita bener-bener merasa nyaman sama seseorang yang akhirnya melahirkan rasa sayang ataupun cinta.
lagian kalo mencari cinta itu masalah gampang, yang susah itu mencari rasa nyaman yang endingnya bisa menjadi cinta.
Rasa nyaman itu sampai kapan pun gak akan pernah luntur, dan gak akan pernah hilang.

Gue inget dulu waktu umur gue 17 tahun gue pernah nanya sama nyokap,

"Bu, yang bikin ibu rela hidup seadanya sama bapak, itu apa bu?"
"Rasa nyaman"
gue pun benggong dan kembali bertanya
"kenapa harus rasa nyaman bu?"
"Suatu saat nanti kamu bakal tau sendiri"
abis itu nyokap lanjut nerusin ngiris bawangnya.
Dan tibalah waktu malem, gue pun nanya lagi ke bokap tentang pertanyaan yang sama yang gue ajuin ke nyokap, jawabannya hampir sama persis sama jawaban nyokap gue.
Cuma bedanya jawaban bokap lebih bisa gue cerna ketimbang jawaban ibu.
"Meskipun rasa cinta bapak ke ibu nggak sehebat pertama bertemu, tapi bapak tetep nemenin ibu, karna ibu slalu bikin bapak nyaman, Ibu selalu jadi alasan buat bapak pengen buru-buru pulang ke rumah saat bapak lagi kerja jauh ataupun deket. Kelak, kamu akan mengerti sendri. Kamu akan ngerasain apa yag bapak rasain, rasa cinta yang gak akan pernah hilang"
Gue pun terdiam mendengar jawaban dari bokap.

Jawaban atas pertanyaan gue ke Orang yang paling gue sayangin dirumah disaat umur gue masih 17 tahun, baru gue pahami sekarang. Ternyata rasa nyaman itu bisa membuat sepasang anak manusia hidup bersama selama hampir 25 tahun lamanya walaupun cinta yang mereka rasain sekarang gak sehebat saat pertama kali bertemu.
Jadi intinya jangan pernah mencari cinta, sebab cinta itu bakal hilang kapan aja, tapi carilah rasa nyaman, karena rasa nyaman akan melahirkan cinta yang gak akan pernah hilang sampai kapanpun.

Dari setiap kegagalan yang gue dapet saat membangun suatu hubungan itu bukan tentang 'Sudah gak cinta lagi' tapi tentang kenyamanan.
Saat kita benar-benar nyaman dengan seseorang, ataupun orang itu nyaman sama kita, tersakiti apapun kita olehnya, kita bakal tetep memilih dia, karna dia yang membuat kita nyaman.
semua itu membuat gue mengerti, mengerti tentang sebuah kata yang bernama Cinta.
Cinta itu bukan tentang fisik yang rupawan, tapi tentang sebuah rasa yang membuat kita merasa nyaman.
Dan pelajaran yang bisa gue ambil tentang kegagalan saat menjalin suatu hubungan adalah gue tumbuh menjadi lebih baik :)

Rabu, 26 November 2014

Semua orang bisa Sukses, Cuma musimnya yang Berbeda


Ceritanya gini, tadi abis solat isya, perut gue mendadak laper, cacing diperut gue mungkin lagi ngadain pensi. Singkat cerita gue keluar nyari màkanan. Tiba-tiba ada tukang ketoprak dipinggir jalan, merapatlah gue.
Gue lihat ada sesosok makhluk gaib yang kayanya pernah gue kenal. Ternyata bener dia temen gue semasa perang dulu lawan Belanda.
Dulu kita pernah SD bareng yang seragamnya masih putih merah.
Nggak ada metro nggak ada angkot tiba-tiba
Doi curhat tentang hidupnya yg gitu-gitu aja, yang gak ada perubahan dari dulu.

"Cus, sekarang lo sukses ya, dulu jaman kita SD, saat temen-temen yg lain pada malu jualan es, lo malah gak ada malu-malunya nenteng-nenteng es buat dititipin di warung depan sekolah. Sekarang lo lebih keliatan sukses dlm hal finansial, gue pengen cus kaya lo, tapi kayanya gak bisa deh, ijazah gue aja cuma sampe smp, gue nyesel sama kenakalan gue dijaman sekolah dulu, yg sering cabut-cabutan asal sekolah, mungkin kalo gue gak cabut, gue bakal lanjut sekolah, terus dapet kerja ditempat yang enak, gak kaya yang sekarang, temen-temen gue udah pada kerja ditempat yang enak, sementara gue belum bisa jadi apa-apa men, tapi gue bakal berusaha buat bisa jadi orang sukses, minimal gue bisa bikin orang tua gue bangga."


Gue pun terdiam mendengar cerita dia, disitu gue bilang ke dia "aamiin kalo dibilang sukses. Jangan cuma melihat dari ketidakberdayaan kita soalnya itu masih terlalu cepat. Masih ada waktu buat lo buat mengubah sesuatu ataupun segalannya. Paham gak maksudnya?"
"Nggak cuss".
Mendengar jawaban dia, gue nangis dibawah gerobak!!!
"Oke jadi gini, Tuhan itu udah nyiapain segala sesuatu didunia ini, tugas kita sebagai manusia harus berusaha menjemput rezeky kita, dan lo gak perlu nyesel sama keputusan dimasalalu, berfikir positif sama hidup, Tuhan gak akan nyuekin lo gitu aja, Tuhan udah nyiapin rezeky lo ditempat lain, jadiin aja temen-temen yang udah sukses buat motivasi lo kalo lo bisa seperti mereka, semua orang bisa sukses men, tapi jalannya aja yang berbeda buat menuju kesuksesan itu."
"Oke, gue paham cus maksud lo, gue harus tetep semangat buat jalanin hidup. Tuhan punya rencana lain buat hidup gue, makasih ya" doi langsung cabut, sambil melambaikan tangannya ke arah gue.

Dan gue nangis makin kenceng, "ini ketoprak siapa yang bayar, gue cuma bawa ceban. Bocah KAMPRET!!!!"


Denger curhatan sahabat gue itu, disatu sisi gue ngerasa iba, dan disatu sisi lagi gue salut sama dia.
Iba karna gue nggak bisa nolong sahabat gue itu buat dapet kerja ditempat yang enak, dan salut sama niat dia buat ngebahagiain orang tua.
Ya walaupun dengan keadaan seadanya, tapi gue percaya kelak dia bakal bisa wujudin keinginannya.
Tuhan slalu mendengar niat baik dari setiap hambanya.

Dari obrolan gue tadi sama temen SD gue, gue jadi ngerti. Kekuatan dari sebuah keinginan gak seharusnya dianggap remeh. Kekuatan itulah yg bakal menjadi petunjuk dalam menjalani hidup kita, menjadi penentu dari seberapa berhasilnya kita dalam meraih keinginan, dan bukan dari pandangan orang lain. Banyak orang membuat keputusan yg gak masuk akal dan mengambil jalan panjang, sempit, terus bergelombang, sehingga pada suatu hari mereka berdiri kokoh dipuncak kehidupan tanpa ada yang pernah memperkirakannya. Kita emang bisa membuat keputusan yang sangat rasional ataupun optimal, tapi semua keputusan itu gak slamanya bisa memberikan hasil yg menjanjikan. Yang membuat segalanya berbeda adalah kekuatan dari sebuah keinginan.


Kalo misalkan kita tertinggal dari teman-teman yang lain, gak usah iri, atau pun sedih. Mungkin kita memang belum saatnya seperti mereka. Jadikan aja itu sebagai tolak ukur agar kita semangat kalo kita bisa seperti mereka.
Terkadang seseorang itu ibarat bunga.
Analoginya gini, Setiap bunga akan mekar pada saatnya tiba. mereka itu tahu kapan mereka akan mekar, gak seperti kebanyakan dari kita yg slalu mendahului yg lain. Apakah kita pernah merasa tertinggal dari teman sebaya kita? Apakah kita telah menyia-nyiakan waktu, sementara temen-teman yang lain mulai melangkah menuju kesuksesan?? Jika kalian berfikir demikian, ingatlah kalo kalian memiliki masa mekar kalian sendiri, begitu juga teman-teman yang lain, musim kalian belum datang. Namun ia pasti bakal datang ketika kuncup kita terbuka mungkin kuncup itu terbuka lebih lama dari yg lain, tapi ketika sampai pada waktunya, kalian akan mekar dengan begitu indah dan menawan seperti bunga lain yg telah mekar sebelum dirimu. Jadi, angkatlah kepala kalian dan bersikaplah menyambut musim kalian. Ingat, kalian begitu menakjukan.

Selamat beristirahat :)




Sabtu, 22 November 2014

You Are My Hero (Bu Dwi Gunarni)


Terpujilah wahai engkau Ibu Bapak Guru..
Nama mu akan selalu hidup dalam sanubariku..
,
Sepenggal lirik lagu untuk Guru
Mungkin semua orang tau kalo Guru itu pahlawan tanpa tanda jasa.
Entah siapa penemu kalimat itu, sampai sekarang gue masih belum tau siapa, kalimat Itu emang bener.. Tanpa mereka kita bukan apa-apa bahkan bukan siapa-siapa.
Mungkin tanpa mereka kita kaya angkot yg gak ada penumpangnya, ibaratnya punya otak tapi gak ada isinya.

Kali ini gue mau ngebahas tentang Guru.
Buat gue sendiri Guru itu seseorang yang berjasa besar dihidup gue, kenapa ? Karna mereka ngajarin gue banyak hal, mulai dari belajar menggargai yang namanya waktu, belajar tentang arti kehidupan yang sebenarnya, belajar tentang disiplin, belajar tentang tanggung jawab, belajar mencintai apa yang lo nggak suka dan belajar tentang arti kata bersyukur.
Dari sini gue ngerti tentang semuanya. Hidup itu bukan tentang kita bisa berjalan, bisa bernafas sama nyari duit. bukan itu, tapi tentang gimana caranya kita bisa belajar mensyukuri apa yang diajarkan kehidupan ke kita.
kadang suka kangen sama nasehat dari Guru, nasehat yang mungkin banyak siswa yang bilang itu omelan.
Bagi gue itu bukan omelan, tapi nasehat. Kalo mereka memberi kita nasehat itu tandanya mereka peduli sama kita, makanya disaat kita salah mereka slalu ngingetin kita supaya kita sadar kalo kita sudah berbuat salah. Gue kangen itu semua bahkan ngelebihin kangen gue kemantan pacar waktu jaman sekolah.
Sebodoh apapun lo seorang guru ngga akan pernah ngebiarin lo bertindak hal bodoh.


Dulu gue pernah punya wali kelas, namanya Bu Dwi Gunarni. Beliau Orang Tua ke dua setelah nyokap gue yg dirumah, dan Beliau udah gue anggep kaya Ibu gue sendiri, setiap sesuatu yg gak gue tau gue slalu nanya ke dia,
Contoh:
"Bu yang pertama kali nyiptain kerupuk siapa bu??"
"Bu kalo kita belum bayar SPP kita boleh pura-pura lupa gak bu?"
"Bu kalo kita naksir seseorang, sampe-sampe kita lupa kalo kita belom bayaran 3 bulan, kita boleh pacaran sama dia gak bu?"
Mendengar pertanyaan gue itu beliau langsung di bawa ke UGD..
Dimata gue beliau orangnya tegas, tegas dalam arti kalo lo belom bayar SPP beliau tegas nangih ke lo dan manggil orang tua lo ke sekolah, beliau berwibawa, beliau mampu jadi Ibu yg baik buat anak didiknya. mungkin karna dia cewek sifatnya itu ke ibu-ibuan meskipun beliau gak pernah ngasih susu ke anak didiknya.
Beliau itu slalu merjuangin anak didiknya, sekalipun anak didiknya itu nakal.
Pernah suatu hari gue gak boleh ikut ulangan karna tunggakan gue disekolah banyak, dengan semangat 45' beliau ngusahain gue, gimana cara supaya gue bisa ikut ulangan, beliau ketemu kepala sekolah, dan minta izin supaya gue bisa ikut ulangan, gue gak tau apa yang beliau omongin sama kepala sekolah, endingnya ke esokan harinya, gue boleh ikut ulangan. Beliau rela merjuangin sosok murid yg mungkin gak ada gunanya di sekolah, sosok murid yang males belajar, yang suka kabur asal pelajaran bahasa jepan sama si cina.(Cina itu Achmad Rynaldi temen sebangku gue)
Beliau bener-bener merjuangin gue, disitu gue sadar.. Seorang Guru gak akan pernah tega ninggalin 1 muridnya tertinggal dari teman-temannya. Meskipun gue bodoh beliau tetep merjuangin gue dengan susah payah.


Gue masih inget pesen terakhir beliau sebelum gue lulus sekolah. waktu itu gue lagi duduk sendiri dibangku samping kelas. Beliau samperin gue, terus duduk di sebelah gue.
"Abis lulus kamu mau kemana?" Tanya beliau yang lagi mengang hasil ulangan anak-anak.
"Gak tau bu, masih belum kepikirin bakal mau kemana"
"Selagi masih muda, tentuin dari sekarang kamu harus melangkah kemana dan jalan mana yang harus kamu ambil, biar apa? Biar kamu bisa memiliki semangat untuk mewujudkannya, jangan cuma bisa bilang gak tau mau kemana, hidup itu pilihan, kamu sendiri yg nentuin kaya apa masa depan kamu nanti, kalo dari sekarang aja kamu belum tau harus kemana, lalu apa yg bakal nanti kamu perjuangin setelah lulus sekolah? ibu slalu mendukung apapun pilihan kamu asalkan itu positif"

Setelah mendengar omongan beliau, saat itu gue tau gue harus kemana, gue harus wujudin mimpi gue. Bukan cuma sekedar mimpi yg terucap lewat kata-kata kemudian terlupakan, tapi tentang memperjuagkan mimpi, dan melawan rasa malas.

Beliau emang motivator hebat yg gue kenal, seorang Guru yang mungkin sampai kapan pun gak akan pernah bisa gue balas jasa-jasanya.
Sekarang gue cuma bisa berdoa buat Beliau supaya slalu sehat, biar bisa ngajarin arti kehidupan ke siswa-siswi yang masih duduk manis di bangku sekolah.

Maafin saya ya bu sampai sekarang masih belum bisa menggapai mimpi, tapi masih tetep berjuang buat mewujudkan mimpi. :)

"kalo kamu berani bermimpi, kamu juga harus berani memperjuangkanya - Ibu Dwi Gunarni"


Rabu, 12 November 2014

Dibalik Kegagalan


Ceritanya gini, dulu gue pernah naksir cewek, dia manis, dia baik, dia lucu, dia juga asik kalo diajak ngobrol, tapi ngobrol sama temennya bukan sama gue. Entah apa yg bikin gue naksir dia. Pokonya saat itu gue beneran naksir dia. Tapi disatu sisi dia cuek, dia ketus sama gue, kaya supir angkot yg terima ongkos dari penumpangnya kurang seribu, sensi coy..
Gue tau dia cuek, tapi bukan berarti gue harus nyerah ngedapetin dia. Bukan berarti kecuekannya dia itu jadi penghalang buat gue dapetin perhatiannya.
Nah disitu gue mulai nyoba deketin dia, mulai dari pura2 nanya kabarnya hari ini gimana, rumahnya dimana, udah punya pacar atau belum, mamah nya masih yg lama atau udah ganti. Pokonya gue nyoba segala cara buat narik perhatian dia. Gue mulai bbm dia tiap hari. Mulai dari sabtu ketemu minggu.
Mungkin sebagian orang pasti berfikir, ngapain pdkt sama orang yg cuek, ngapain ngedeketin orang yg jelas2 gak mau kenal kita.
Nyokap gue pernah bilang. "Kalo kamu suka sama seseorang, kejar dia dan yakinin kalo kamu emang pantes buat dia, walau secuek apapun dia sama kamu"
Kata-kata nyokap yg bikin gue semangat buat deket sama dia, sukur2 jadian.
Mulai deh tuh gue bbman sama dia, tapi sayangnya jawaban dia singkat bahkan teramat singkat..
Contoh :
Gue : "hy, lagi apa ?"
Doi : "lagi duduk aja, kamu?"
Gue : "sama lagi duduk juga, wah berarti kita jodoh nih.."
Doi : "hhehe"
Gue : "udah makan belum?"
Doi : "udah ko, km?"
Gue : "udah juga ko.."
Doi : "oouh"
Gue : "...."
Abis itu gue nangis dibawah dispenser, bingung harus bales apa..

Terkadang kalo chatting udah dibales "ouh" doang udah gak tau mau dibales gimana lagi.
Tapi gue gak nyerah gitu aja, gue tetep berusaha supaya kenal dia lebih jauh, gue mencoba mencari sisi lain dari hatinya. Gue masih tetep bbmin dia.
Ya walaupun dia cuek, tapi gue percaya, sesuatu yg dilakuin berulang-ulang bakal menjadi candu. Dan gue terus bbman sama dia. Berharap ketika gue gak bbmin dia, dia bakal nyariin. Tapi apa yang gue dapet pas gue gak bbman sama dia. dia biasa-biasa aja, bukan candu yg gue dapet, tapi dia yg menjauhlah yg gue dapet. gak ada sifat yg bikin dia candu sama gue.
Disitu gue mulai sadar, kalo gue udah gagal, IYA GUE GAGAL!!! Untuk kesekian kalinya gue gagal bikin seseorang tertarik sama gue. Sedih sih tapi yaudah mau gimana lagi, karna Hati itu gak bisa dipaksa. Hati itu cukup diyakinin aja, dan gue gak bisa ngeyakinin dia kalo gue beneran naksir sama dia, Walaupun gue udah berusaha semampu gue.
Disitu gue dapet pelajaran hidup. Gak semua yg kita inginin slalu tercapai, walaupun sebesar apapun usaha kita buat ngedapetinnya.
Gue bisa belajar, disaat gue gak bisa ngedapetin apa yg gue inginkan, Tuhan tau apa yang gue butuhkan, Tuhan tau mana yang pas buat gue. Dan mungkin dia bukan sosok yg pas buat gue. Mungkin Tuhan udah menyiapkan sesuatu yg terbaik diluar sana buat gue.
Yupp...Dibalik sebuah kegagalan Tuhan slalu meyisipkan pelajaran. Jika manusia lebih peka mereka akan belajar dari kegagalan itu. Menjadikan kegagalan sebagai tolak ukur, sampai dimana usaha kita untuk mencapai keberhasilan.
 dan jika kita sudah berusaha tapi hasilnya masih gagal juga, Tuhan tau mana yg baik atau tidak buat kita.

Sabtu, 08 November 2014

Menurut gue cinta dijaman sekolah itu...


kali ini gue mau membagi tentang kenangan percintaan dijaman sekolah, kenapa gue sebut kenangan, karna kenangan adalah hadiah dari tuhan untuk melihat apa yang kita capai sampai hari ini.
kisah cinta masa sekolah itu emang seru. Seseru saat lo menang maen poker online, beda dengan kisah cinta setelah lulus sekolah.
cinta sekolah itu indah banget saking indahnya lo pasti bakal ketawa ketawa sendri saat mengingatnya, betapa cupunya lo dulu, betapa bodohnya lo dulu buat ngegebet orang yang lo suka, mungkin lo rela berdandan ala power ranger, ataupun naruto cuma pengen buat narik perhatian gebetan lo, terkadang orang jatuh cinta itu bisa terlihat gila dimata orang sekitarnya. Yang tadinya males belajar jadi rajin belajar, yang tadinya ngga pernah jajan, jadi suka jajan, yang tadinya sekolah ngga pernah mandi, jadi sering mandi, yang tadinya sering dihukum didalem kelas, sekarang jadi diluar kelas, yang tadinya ngga pernah kekantin, sekarang sering kekantin buat belajar bareng, yang tadinya pulang sekolah langsung pulang, jadi ngga langsung pulang nungguin gebetannya pulang eskul pramuka, loh kok jadi curhat, oke yang pramuka ngga usah dibahas..  ya itulah sifat sifat anak sekolah yang lagi usaha buat narik perhatian gebetannya. Kadang suka kangen sendiri tentang jatuh cinta dijaman sekolah, hooaammmm
"Perjuangan Cinta bisa dilihat saat lo rela ngelakuin apa aja buat narik perhatian orang yang lo suka"
Nah itu sebagian prilaku orang yang sedang jatuh cinta di jaman sekolah.
Rada-rada geli sih, tapi ya itulah kenyataan dijaman sekolah. sepaht apapun kisah cinta dijaman sekolah, kalo lagi di inget ya manis-manis aja, sebab disekolah kita bisa belajar tentang arti cinta yg sesungguhnya. Cinta yg bikin kita rela jadi apa aja biar orang yg kita cintai tertarik sama kita.

Quote : Cinta yang indah itu adalah saat kita bisa memperjuangkan cinta dengan cara sederhana.

Senin, 03 November 2014

Cinta itu...

Apa sih yang dimaksud cinta itu?
Apa cinta itu menyakitkan?
Apa cinta menyenangkan?

Buat gue sendiri cinta itu memiliki arti banyak hal, tentang keluarga, sahabat, temen, bahkan seseorang yg udah pergi dari hidup kita.
Cinta itu punya arti yg berbeda dihidup setiap manusia. Kadang ada yg bilang gak semua cinta itu manis. Menurut gue semua cinta itu manis tergantung dari konteks mana kita menyikapinya. Kalopun ada cinta yg pahit, mungkin itu cinta yg bikin kita supaya belajar. Jika kita ingin merasakan manis, ya kita harus merasakan pahitnya dulu. Semua cinta itu manis, cuma manusia aja yg salah menaruh cinta diposisi yg gak gak pas. Endingnya bakalan pahit.
Menurut gue cinta yg manis itu, saat gue melihat kedua orang tua gue saling mencintai walaupun dengan keadaan sederhana. Nah itu cinta yg manis.
Cinta yg tumbuh dari tangga terdasar sampai puncak mercusuar, dari yg cumahidup berdua dan beranjak menjadi hidup berempat. Dan kelak mereka tau kalo mereka bakal hidup berdua lagi saat anak anaknya kelak mulai membangun rumah tangga.
Cinta yang manis itu ialah saat kita benar- benar pas menaruh cinta ditempatnya, bukan memaksakan cinta agar pas dihati kita.